Global-News.co.id
Ekonomi Bisnis Utama

2026, Kinerja Ekonomi Jatim Diperkirakan Tetap Solid


Media briefing triwulan I 2026 yang digelar di kantor BI Jatim, Senin (9/2/2026).

SURABAYA (Global-News.co.id) – Bank Indonesia Provinsi Jatim memprediksikan ekonomi Jawa Timur pada 2026 akan tetap solid dan berada di rentang antara 4,9 – 5,7% (year-on-year/yoy) yang ditopang oleh konsumsi rumah tangga dan investasi yang kuat , serta terjaganya permintaan eksternal.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur Ibrahim menjelaskan ekonomi Jatim akan solid didorong konsumsi rumah tangga yang diperkirakan lebih tinggi dibanding tahun lalu seiring meningkatnya keyakinan konsumen dan penjualan ritel serta adanya stimulus pemerintah.

“Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Jawa Timur pada akhir 2025 diperkirakan berada di bawah realisasi nasional yang sebesar 123,5 namun untuk tahun ini diprediksi mencapai sekitar 128 sedangkan penjualan eceran diperkirakan 3 persen atau lebih tinggi dibanding tahun lalu,” katanya dalam media brifing triwulan 1 2026 di kantor BI Jatim, Senin (9/2/2026).

Media briefing juga dihadiri Direktur Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Pelindungan Konsumen dan Layanan Manajemen Strategis OJK Horas V. M. Tarihoran, Kepala Kantor Perwakilan LPS II Bambang S.Hidayat, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Jawa Timur (Kemenkeu) Saiful Islam.

Tak hanya itu, Ibrahim mengatakan pemerintah pada tahun ini juga akan mendorong konsumsi rumah tangga melalui beberapa program di antaranya perpanjangan insentif PPh Final UMKM 0,5 persen serta memperpanjang insentif PPh Pasal 21 Ditanggung Pemerintah (DTP) untuk sektor pariwisata hingga Desember 2026 melalui PMK 105/2025.

Selanjutnya, Insentif Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 Ditanggung Pemerintah (DTP) bagi industri padat karya yang juga diperpanjang hingga akhir 2026 serta perluasan Jaminan Kematian (JKM) Bukan Penerima Upah (BPU) pada 2026. “Ini ada berbagai program yaitu yang bisa mendukung konsumsi, ketenagakerjaan, dan investasi,” ujarnya.

Selain konsumsi rumah tangga, ekonomi Jatim juga akan didorong dari sisi investasi yang berpotensi terakselerasi ditopang aktivitas manufaktur yang masif dan berlanjutnya proyek strategis.

Ibrahim mengatakan terdapat investasi baru di Kawasan Industri (KI)/Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) terutama pasca perbaikan infrastruktur dan konektivitas di kawasan serta kenaikan target investasi.
Ia menyebutkan investasi swasta yang eksisting di Jatim di antaranya adalah sektor industri logam dasar dan barang logam yakni di Gresik dan Sidoarjo, sektor industri makanan di Pasuruan dan Jombang, pembangunan pabrik kimia dan pabrik produksi kaca di Gresik, serta pengembangan lapangan Migas Blok Cepu di Bojonegoro.

Sementara itu dari sisi nilai ekonomi, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Timur diprediksi akan terus meningkat. Pada 2024 tercatat 4,93%, pada 2025 tercatat 5,33% dan pada 2026 diperkirakan meningkat di kisaran 5,7%. “Sementara inflasi diperkirakan juga makin terkendali dibandingkan tahun sebelumnya. Jika pada 2025 inflasi tercatat 2.93%, pada tahun ini diperkirakan berada di kisaran 2,5% plus minus 1%. Koordinasi yang erat dalam TPID menjadi faktor utama inflasi masih terkendali dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif,” katanya. (tis)

baca juga :

Arumi Optimistis IKM Jatim Jadi Barometer Nasional

Redaksi Global News

PTBI 2024, Momen Sinergi Memperkuat Stabilitas dan Transformasi Ekonomi Nasional

gas

Pemkab Madiun Gelar Forum Konsultasi Publik Rencanakan Pembangunan 20 Tahun ke Depan

gas