Global-News.co.id
Mancanegara Nasional Utama

Guru di Swiss Tiap Hari Tengok Sungai Aare demi Temukan Eril

Seorang guru di Swiss, Geraldine Beldi, menemukan jenazah Eril. Ilustrasi. (iStockphoto/PinksPhotos).

JAKARTA (global-news.co.id) –  Seorang guru di Swiss, Geraldine Beldi, mengaku melihat-lihat Sungai Aare setiap hari saat hendak mengajar. Ia berharap bisa menemukan Emmeril Kahn Mumtadz atau Eril yang sempat hilang di sungai itu.

Pengakuan tersebut diungkap Gubernur Jawa Barat yang juga ayah Eril, Ridwan Kamil melalui Instagram @ridwankamil pada Jumat (10/6).

“Kami warga Kota Bern, tahu semua tentang berita Eril. Dan saya pun punya 2 anak. Jadi saya tiap jalan kaki, selalu melihat ke arah Sungai Aare,” demikian unggahan Ridwan mengutip pernyataan guru sekolah dasar (SD) itu saat mereka berjumpa.

Beldi kemudian berujar, “Dan ternyata saya yang menemukannya. Turut berduka cita ya Pak.”

Beldi menemukan jenazah Eril saat berjalan menuju tempatnya mengajar pada Rabu (8/6) pagi waktu setempat.

Perempuan itu bergegas menelepon polisi hingga akhirnya jenazah anak sulung Ridwan diangkat dari sungai.

Ridwan kemudian menyampaikan terima kasih ke Beldi karena telah menemukan Eril. “Saya berkewajiban menghaturkan terima kasih, sebelum pulang ke tanah air,” ujar Ridwan.

Ridwan juga menyampaikan jika Beldi ingin berlibur ke Indonesia agar tak segan menghubungi pihaknya.

“Ibu Geraldine kalo ingin berlibur ke Indonesia, tolong kabari saya ya. Nanti semuanya saya yang urus sebagai rasa terima kasih kami,” lanjutnya.

Sebelumnya, Eril dilaporkan hilang di Sungai Aare pada 26 Mei lalu. Ia diduga terseret arus yang cukup deras.

Salah satu kerabat keluarga Eril menuturkan, tujuan ia ke Swiss yakni untuk mencari beasiswa dan melanjutkan sekolah.

Proses pencarian terus dilakukan hingga jenazah Eril ditemukan pada Rabu (8/6) pagi di pintu air Engehelde. Jenazah anak sulung RK itu ditemukan di dasar sungai, di titik pintu air Engehalde. Diketahui jarak dari titik terakhir Eril terlihat ditemukan yakni sekitar 3,2 km.

Selama menjalankan misi pencarian pihak berwenang Swiss mengerahkan drone, penyelam, kapal, anjing pelacak, atau teknologi yang dianggap mampu membantu. Namun, alat ini tak seluruhnya diterjunkan, karena melihat kondisi cuaca di sekitar sungai.

Proses pencarian anak sulung RK juga melibatkan sejumlah unit dari kepolisian dan pihak berwenang lain. Mulai dari polisi sungai atau maritim, polisi nasional, polisi medis, dan petugas pemadam kebakaran.

Jenazah Eril akan diberangkatkan dari Swiss ke Indonesia pada Sabtu (11/6) pagi waktu setempat. Ia kemungkinan tiba di Jakarta pada Minggu (12/6) pagi atau siang dan akan dimakamkan di hari Senin (13/6). (cnn, ins)

baca juga :

Pengunjung Wisata Pantai Kelapa Membeludak, Jalur Pantura Tuban Macet

Redaksi Global News

Albiceleste Gagal Juara, Messi Putuskan Pensiun Timnas

Raja’e : Pamekasan Daerah Kecil, tapi Bisa Lahirkan Orang-Orang Besar

gas