Global-News.co.id
Ekonomi Bisnis Utama

Kejar Target 600 Ribu Ton Susu Segar, Jatim Serap Sapi Perah Lokal

Plt Dirjen Industri Agro, Putu Juli Ardika didampingi Head of Milk Procurement and Dairy Development Nestle Indonesia, Ida Royani, mengunjungi Rearing Farm Koperasi SAE Pujon, Malang.

MALANG (global-news.co.id) – Untuk memenuhi target produksi susu sapi segar sebanyak 600.000 ton, Jawa Timur akan terus menyerap sapi-sapi lokal. Hingga saat ini Jatim merupakan provinsi penghasil susu sapi segar terbesar, lebih dari 500.000 ton, menyusul Jawa Barat (sekitar 350 ribu ton) dan Jawa Tengah (100 ribu ton).

Menurut Sekretaris Dinas Peternakan Jatim, Aftabudin, MSc, penyerapan sapi lokal ini dimaksudkan mengurangi ketergantungan pada sapi impor. “Kita harus menyelamatkan sapi-sapi perah di Jatim supaya tidak tergantung impor,” katanya di sela kegiatan Nestle memberikan apresiasi dan penghargaan pada para peternak sapi perah yang menjadi mitranya, Jumat (3/12).

Produksi susu segar tersebut banyak diserap produsen makanan dan minuman yang menggunakan bahan susu, salah satunya Nestle Indonesia.  Melalui kemitraan yang telah terjalin, para petani sapi perah mendapatkan pendampingan teknis dan bantuan lainnya untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas produksi susu segar, serta memastikan keberlanjutan lingkungan.

“Melalui tim Milk Procurement and Dairy Development (MPDD), kami juga memberikan pendampingan dan pelatihan, sejalan dengan misi jangka panjang Nestlé untuk mendukung dan mempercepat transisi ke sistem pangan regeneratif, yang tidak hanya melindungi tetapi juga memulihkan lingkungan untuk generasi mendatang,” ujar Presiden Direktur PT Nestle Indonesia, Ganesan Ampalavanar saat konferensi pers virtual.

Sampai saat ini, tim MPDD telah membina 27 ribu peternak sapi di Jatim. Mereka mendapatkan pelatihan tentang praktik peternakan sapi perah yang baik dan berkelanjutan, untuk mengoptimalkan produktivitas, meningkatkan kualitas, serta memastikan penerapan yang lebih ramah lingkungan.

Dari 27 ribu peternak sapi perah yang tergabung di 40 koperasi dan kelompok peternak di 16 kabupaten di Jatim, setiap harinya perusahaan yang berkantor pusat di Swiss ini membeli lebih dari 750.000 liter susu segar. Atau senilai 110 juta dollar AS setahun.

“Sebagai tanda apresiasi dan merayakan 50 tahun Nestlé di Indonesia, hari ini kami memberikan penghargaan kepada koperasi dan kelompok peternak serta peternak sapi perah yang telah bekerja sama dalam memasok susu sapi berkualitas,” kata Ganesan.

Plt Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian, Putu Juli Ardika yang turut hadir mengapresiasi kemitraan yang telah terjalin selama 45 tahun. Dia menyebut ini sejalan dengan ambisi pemerintah guna mendorong penggunaan bahan baku dan produk yang dihasilkan oleh produsen setempat.

“Indonesia memiliki potensi besar sebagai penghasil susu segar, kami sangat mengapresiasi dan mendukung kerja sama antara Nestle Indonesia dan peternak sapi perah di Indonesia. Saya percaya kerja sama yang telah terjalin dapat senantiasa mendukung dan berkontribusi pada pembangunan ekonomi Indonesia,” kata Juli Ardika yang bersama Bupati Malang, M Sanusi, dan Deputi Perkoperasian, Kementerian Koperasi dan UMKM, Ahmad Zabadi, berkunjung ke kandang percontohan Nestle di Koperasi SAE Pujon, Malang. (ret)

baca juga :

Kenaikan Iuran BPJS Dikhawatirkan Berdampak Efisiensi Anggaran

Redaksi Global News

Lepas Tim Voli ke PON, Ketua PBVSI Jatim: Berjuang dan Bermain Sebaik-baiknya!

Redaksi Global News

Selama 1Q20, SIG Catatkan Pendapatan Rp 8,58 Triliun