Global-News.co.id
Ekonomi Bisnis Utama

Bank Mandiri Wajibkan Karyawan Pakai Sepatu Produk WUB Pamekasan

Gubernur Khofifah saat meninjau produk UMKM berupa sepatu dan batik saat pameran produk UMKM menyambut MTQ XXIX Jatim di Pamekasan Rabu 3 November 2021. (Foto: MASDAWI DAHLAN)


PAMEKASAN (global-news.co.id) –
Bank Mandiri Kantor Cabang Pamekasan, Madura, Jawa Timur, berencana mewajibkan para pegawainya memakai sepatu batik produk wirausaha baru (WUB) pada hari-hari tertentu.
Kepala Kantor Bank Mandiri Cabang Pamekasan, Pritta Nuriaditya, mengungkapkan, rencana penggunaan sepatu batik tersebut lantaran instansinya  menerapkan pakaian santai atau casual pada hari-hari tertentu.

Pada hari itu pegawainya akan diwajibkan untuk menggunakan sepatu produk WUB.
“Ada rencana, karena kalau hari Jumat itu kita kan casual. Jadi tidak harus formal, bisa pakai sepatu kets. Rencana nanti teman-teman kompakan biar pakai sepatu batik produk WUB Pamekasan,” katanya, Selasa (23/11/2021).

Dia menambahkan, pihaknya memilih sepatu batik sebagai uniform pada hari Jumat untuk menunjukkan kecintaannya terhadap batik sebagai warisan budaya Indonesia. Apalagi, fashion batik saat ini telah merambah untuk kalangan muda.

“Batik sekarang kesannya tidak hanya orang tua saja, jadi anak muda, milenial pun pakai batik keren menurutku,” ungkapnya.

Pritta memprediksi, pangsa pasar sepatu Pamekasan, khususnya sepatu batik akan bersaing di Indonesia melihat perkembangan produksi sepatu yang sejauh ini hanya dikuasai oleh produk Bogor, dan produk Bandung. Makanya, peluang ekonomi produk sepatu Pamekasan sangat besar.

Pihaknya akan terus mendorong kemajuan produksi sepatu di Pamekasan. Salah satunya dengan cara memberikan bantuan alat kepada para perajin yang dananya bersumber dari corporate social responsibility (CSR).

“Kita bantu melihat kebutuhannya apa, biar tepat guna juga. Sepatu batik Pamekasan keren,” katanya. (mas)

baca juga :

Green Sister City Surabaya-Kitakyushu, Gelar Workshop Inovasi Pengelolaan Sampah

Redaksi Global News

Insentif Tenaga Medis Masih Terkendala

PWI Jatim dan Semen Indonesia Bukber dan Bagikan Santunan kepada 100 Dhuafa

gas