Global-News.co.id
Metro Raya Utama

Covid-19 Meningkat, Pemkot Surabaya Siapkan Peti Mati Meski Berharap Tak Dipakai

Pemkot Surabaya menyiapkan peti mati seiring meningkatnya kasus Covid-19.

SURABAYA (global-news.co.id) – Pemkot Surabaya melakukan berbagai upaya untuk mencegah penyebaran Covid-19. Bahkan, pemkot juga menyiapkan opsi terburuk apabila ada lonjakan kematian akibat Covid-19 di Kota Pahlawan.

Salah satu yang dilakukan adalah membuat dan menyiapkan peti mati, meskipun sebenarnya, Walikota Surabaya Eri Cahyadi berharap peti mati yang dibuat oleh jajarannya itu tidak dipakai, karena dia tidak ingin ada korban lagi akibat Covid-19.

“Pemkot memang membuat sendiri peti matinya, sehingga nanti ketika ada yang dikirim untuk pemulasaran di Keputih, terus kita mandikan dan masukkan dalam petinya, lalu kita makamkan. Jadi, inilah yang kita lakukan, apapun akan saya lakukan untuk warga Surabaya,” kata Walikota Eri.

Menurutnya, peti mati yang dibuat di belakang Balai Kota Surabaya atau di depan kantor Dinas Pengelolaan Bangunan dan Tanah itu rencananya akan membuat peti mati banyak. Sebab, pembuatannya digarap oleh Satgas Dinas PU Bina Marga dan Pematusan dan juga Satgas Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (DPRKP-CKTR).

“Tapi saya tetap berharap peti ini tidak ada yang terpakai nanti, malah saya berharap tambah kurang, tambah kurang korban Covid-19 di Surabaya,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara menjelaskan bahwa di depan kantor Pengelolaan Bangunan dan Tanah, pemkot sudah mendirikan tenda yang menjadi tempat pembuatan peti mati. Sebanyak 150 Satgas pun bekerja cepat dan tepat untuk membuat peti mati itu.

“Jadi, yang sudah selesai langsung dibawa ke Keputih. Karena di sana juga menjadi tempat pemulasaran jenazah,” kata dia.

Febri juga menjelaskan bahwa peti mati itu dibuat lebih banyak karena memang selama Juni 2021, jumlah permintaan peti untuk pemakaman yang menggunakan protokol kesehatan terus meningkat. Data hingga tanggal 27 Juni 2021, ada sebanyak 490 pemakaman yang menggunakan protokol kesehatan.

“Jadi, ayo kita selamatkan anak, istri dan cucu kita, selamatkan keluarga kita dengan terus menjaga prokes. Jika kita sayang pada keluarga, tentu kita harus menjaga prokes, mari kita bersama-sama dan bergotong-royong melawan Covid-19,” pungkasnya. pur

baca juga :

Akhir September, Kenaikan Cukai Rokok Diumumkan

Redaksi Global News

Setahun Menikah, Pamela Anderson Pisah dari Suami

Redaksi Global News

Erupsi Semeru, Penanganan Pasca Bencana Dinilai Baik oleh Ombudsman

Redaksi Global News