Global-News.co.id
Gaya Hidup Utama

Covid Melambung, Isoman di Hotel Jadi Pilihan

Pasien Covid-19 dengan kategori ringan atau OTG yang menjalani isolasi mandiri di hotel bisa tetap nyaman beraktivitas dari dalam kamar tanpa khawatir menulari anggota keluarganya.

SURABAYA (global-news.co.id) – Melonjaknya angka kasus Covid-19, membuat pengelola rumah sakit berinovasi agar mereka yang bergejala ringan atau yang masuk kelompok orang tanpa gejala (OTG) bisa menjalani isolasi mandiri dengan nyaman namun tetap dalam pengawasan rumah sakit. Salah satunya bekerjasama dengan hotel.

Kendornya masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan 5M ditambah masuknya varian baru virus Corona, Delta yang menular lebih cepat, membuat angka kasus Covid-19 di Indonesia meningkat drastis. Per 29 Juni 2021 tercatat 2.156.465 kasus, sebanyak 20.467 di antaranya merupakan kasus baru dan kasus aktif sebanyak 228.875. Provinsi DKI Jakarta mencatatkan penambahan kasus baru  terbanyak dengan jumlah 4.737 kasus, menyusul Jawa Barat dengan penambahan kasus baru sebanyak 2.791 kasus, Jawa Tengah dengan 1.331 kasus, dan Jawa Timur dengan penambahan sebanyak 1.065 kasus.

Kondisi tersebut menyebabkan kapasitas atau angka hunian rumah sakit rujukan juga penuh. Penuhnya tingkat hunian rumah sakit rujukan untuk pasien Covid-19 membuat isolasi mandiri menjadi pilihan yang tak terelakkan. Apalagi bagi seseorang yang terpapar corona tanpa gejala.

Sebagaimana pernah dikatakan Wakil Sekretaris Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Surabaya. Irvan Widyanto, mereka yang tertular virus Corona namun tidak mengalami gejala sakit diminta menjalani karantina di fasilitas-fasilitas yang disediakan pemerintah. “Karena penderita Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri di rumah berisiko menularkan virus kepada anggota keluarga yang lain,” ujarnya.

Pemerintah memang menyediakan beberapa lokasi yang didesain menjadi tempat isolasi mandiri (isoman) bagi mereka yang memiliki gejala ringan atau yang terpapar tapi tanpa gejala (OTG).  Seperti di Wisma Atlet Jakarta yang memiliki kapasitas 10.000 tempat tidur, sementara di Surabaya terdapat RS Lapangan Indrapura dan Hotel Asrama Haji.

Kendati disediakan secara gratis, ternyata banyak orang yang memilih isoman di tempat yang dianggap lebih nyaman. Gayung pun bersambut, sejumlah rumah sakit swasta menangkap peluang dengan menawarkan paket isoman di hotel yang sudah bekerja sama dengan rumah sakit. Selain itu ada juga yang menawarkan paket home service alias layanan untuk isolasi di rumah dengan pemantauan kesehatan dilakukan oleh tim medis rumahsakit. Tim medis dari rumahsakit akan memantau kondisi pasien Covid-19 secara penuh.

“Kalau isomannya diawasi langsung pihak rumah sakit rasanya lebih mantap, kan kita pasiennya,” ujar Nina yang pernah menjalani prosedur isoman rumah sakit di salah satu hotel, Rabu (30/6/2021) siang.

Kendati  sama-sama bekerja sama dengan hotel, namun ada yang sifatnya hanya memakai ruang atau kamar-kamarnya saja ada pula yang lengkap dengan layanan laundry. “Karena kami memiliki katering sendiri, jadi kerjasama dengan pihak hotel sebatas untuk ruangan saja.  Makanan untuk pasien disiapkan oleh divisi katering kami. Begitu pun pembersihan ruangan, penyemprotan desinfektan dalam kamar-kamar dilakukan oleh tim dari rumah sakit,” ujar Direktur Utama RS PHC Abdul Rofid Fanany, Rabu (30/6/2021).

Disebutkan, untuk menampung pasien Covid-19 rumah sakitnya menyediakan 140 tempat tidur (TT) atau 55% dari kapasitas TT yang tersedia.  Dan seluruhnya sudah dipakai pasien dengan kasus berat. Karenanya pasien yang menginginkan isoman di rumah sakit diarahkan ke hotel kalau di rumah tidak ada tempat atau khawatir menulari yang di rumah.

Terpisah humas RS Adi Husada Undaan Wetan, Johan Soesanto, mengatakan, lewat paket isoman tersebut pasien juga juga bisa berkonsultasi setiap hari dengan dokter spesialis lewat layanan telemedicine, di samping mendapatkan paket vitamin, swab RT/PCR.

Seperti yang dilakukan PHC, pihak Adi Husada juga memberikan panduan pada kru hotel tentang cara berhadapan dengan pasien Covid. “Kebetulan kami bekerjasa dengan hotel yang sebelumnya pernah digandeng Pemkot menjadi  tempat isoman. Jadi sedikit banyak mereka sudah memiliki dasar-dasar,” ujarnya.

Dijelaskan paket isoman di hotel ini sangat membantu, karena dokter di rumah sakit bisa konsentrasi merawat yang sakitnya sudah berat. “Tapi bukan berarti terus yang ringan diabaikan. Kami tetap memantau,”  tandas Johan.

Kapan harus ikut isoman? Kalau merasakan gejala Covid-19, bisa menjalani tes. Kalau positif menjalani pemeriksaan thorax, selanjutnya berkonsultasi ke dokter. Kalau cukup dengan isoman, biasanya dokter akan menawarkan isolasi mandiri di rumah atau di hotel.

“Isoman di hotel ini membantu, karena kita bisa mengontrol. Kalau di rumah ada ruang khusus yang terpisah dari anggota keluarga yang lain tidak masalah. Kalau tidak ada, dikhawatirkan akan menyebar secara masif. Kalau banyak nakes yang tumbang, kita kerepotan, rumah sakit akan tutup. Dampak berikutnya banyak yang susah, kesehatan tidak bergerak, perekonomian juga bisa terganggu,” tambahnya.

Dari sisi tarif, paket isoman di hotel itu ditawarkan dengan harga beragam, Dari ratusan ribu per hari  hingga Rp 6 juta untuk 10 hari.

Sementara National Hospital  menawarkan program virtual isoman untuk membantu pasien yang sedang dirawat di mana pun. “Dengan menggunakan teknologi digital health, kita memantau dan melakukan terapi terhadap pasien yang sedang isoman,” ujar CEO NH, Adj. Prof Hananiel Prakasya Widjaya.

Pemantauan dilakukan selama 24 jam menggunakan apps dan WA, termasuk pengobatannya. Untuk keperluan itu pihak rumah sakit menyiapkan tim dokter. “Saat ini kami kebanjiran permintaan dari berbagai penjuru daerah di Indonesia. Animonya cukup besar, karenanya kami sedang berupaya optimal melayani. Obat Covid sekarang kan sulit didapat,” ungkapnya.

Lewat layanan yang dibanderol senilai Rp 7,5 juta untuk 2 minggu itu, tim medis juga akan mengingatkan jadwal minum obat, memantau dan memberi konsultasi gejala maupun efek sampin g obat serta layanan terkait itu lainnya.

Agar terhubung, setelah membayar harga paket peserta akan diskrining terlebih dulu untuk melihat apakah cocok mengikuti program isoman.

Sebelumnya Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Dr dr Agus Dwi Susanto SpP(K)  mengatakan,  kapasitas tempat tidur terbatas.Sementara angka kasus Covid terus meningkat.  “Ini mengkhawatirkan. Jangan sampai sistem kesehatan yang ada ini collaps. Yang terpenting adalah menjaga agar transmisi virus ini menurun,” tandasnya. ret

baca juga :

Pasien Positif COVID-19 di Kota Mojokerto Meningkat Jadi 39 Orang

Redaksi Global News

Adik Dwi Putranto Terpilih sebagai Ketua Baru Kadin Jatim

Redaksi Global News

Tingkatkan Investasi Hulu, SKK Migas Bersinergi dengan BPMA

Redaksi Global News