Global-News.co.id
Kesehatan Utama

Jangan Mudik, Lonjakan Kasus Covid-19 di India Jadi Pelajaran

Google-Ritual mandi di Sungai Gangga yang mengabaikan protokol kesehatan membuat kasus Covid-19 di India melonjak drastis.

SURABAYA (global-news.co.id) – Lonjakan kasus baru Covid-19 di India yang mencapai 161.736 kasus dalam satu hari, bisa menjadi pelajaran bagi masyarakat Indonesia untuk menahan diri tidak mudik. Mudik lebaran berpotensi menjadi triger penularan Covid seperti tahun lalu.

Anggota Tim Advokasi Vaksinasi Covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Dr dr Gatot Soegiarto SpPD-KAI FINASIM, mengatakan itu menanggapi gelombang kedua infeksi virus Corona (Covid-19) yang melanda India.

“India terlalu cepat berpuas diri. Vaksinasi massal dan turunnya penularan Covid di Februari  membuat protokol kesehatan kendor. Masyarakatnya abai dan pemerintahnya longgar sebelum kekebalan massal (herd immunity) terbentuk,” ujar pakar imunisasi dewasa dari RSUD dr Soetomo ini, Jumat (16/4/2021).

Menurut Gatot, kita masyarakat Indonesia mesti belajar dari India. Jangan mengulangi kesalahan yang sama. “Mudik ditunda dulu tahun ini, pemerintah harus tegas dan masyarakat perlu mematuhi. Jangan membawa virus menyebar, apalagi ke kampung halaman pada keluarga tercinta yang mungkin fasilitas kesehatannya lebih terbatas,” ujarnya.

Diakui, ini bukan hal yang menyenangkan. “Namun bila kita tidak jalani, maka hal yang lebih buruk akan datang. Tren penurunan penularan Covid mesti dipertahankan. Semoga Indonesia bisa segera mengatasi masa yang sulit ini,” lanjutnya.

Gatot mengingatkan, saat kekebalan massal belum terbentuk, protokol kesehatan 5M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas) harus disiplin dilaksanakan demi memutus rantai penularan Covid-19.

Menurut dia yang terjadi di India itu dampaknya fatal. Penularan Covid bergerak sangat cepat melebihi periode sebelumnya. Padahal, lanjut Gatot, sebelumnya tren penularan di India landai berbentuk seperti bukit/gunung, kini bagai kerucut yang meruncing. “Hari-hari ini, penularan tampaknya mulai memecahkan rekor terburuk,” tandasnya.ret

baca juga :

Wisudawan Terbaik STEI-MM Dapat Hadiah Kuliah S-2 Gratis

gas

Gubernur Khofifah Targetkan Peningkatan Pajak Daerah Naik 20% Akhir Tahun 2020

Redaksi Global News

Polres Sidoarjo Kukuhkan Pengurus Dai Kamtibmas

gas