Global-News.co.id
Metro Raya Utama

Beredar Pesan Berantai Pakde Karwo Meninggal, Ternyata Hoaks

Pesan berantai yang mengabarkan mantan Gubernur Jatim Soekarwo meninggal.

SURABAYA (global-news.id) – Beredar  pesan berantai yang mengabarkan jika mantan Gubernur Jatim Soekarwo alias Pakde Karwo meninggal, Jumat (5/3/2021).  Kabar ini mengagetkan sejumlah warga yang selama ini tidak tahu aktivitas Pakde Karwo sejak tak lagi menjadi Gubernur Jatim. Untuk diketahui Pakde Karwo tak lagi menjadi Gubernur Jatim sejak Februari 2019 setelah menjabat gubernur selama dua periode.

Isi pesan berantai yang beredar, lengkapnya sebagai berikut:

Innaa lillaahi wa innaa ilaihi roo’jiuun..,

Allahummaghfirlahuu warhamhuu wa’afihi wa’fu’anhuu..

Turut berdukacita atas meninggalnya Bpk. Ir. Soekarwodinoto, CES, ( Pakde Karwo mantan Gubernur Jatim) semoga Almarhum diampuni salah, khilaf & dosa²nya, diterima seluruh amal ibadahnya & diberi tempat yg terbaik disisi NYA…_

Bagi keluarga yg ditinggalkan diberi ketabahan, kesabaran, serta keikhlasan dlm ketentuan NYA

🤲 Aamiin³ yaa robbal’aalamiin.. 🤲

Al-Fatihah

 

Beberapa yang menerima pesan berantai itu,  tanpa kroscek lebih dulu terus menyebar berita tersebut.   “Saya dapat pesan berantai dari teman. Tapi apa benar mantan Gubernur Jatim Pakde Karwo meninggal?,” kata Santi, warga Sidoarjo, Jumat (5/3/2021) pagi.

Hal yang sama juga diungkap Tari, warga Pucang Anom Surabaya. Dia mengaku mendapat pesan berantai dari grup SMA sekolahnya di Surabaya dulu. “Saya dapat pesan berantai ini dari grup WA SMA, apa benar Pakde Karwo meninggal,” katanya penasaran.

Kepala Balitbang Provinsi Jatim Anom Surahno yang selama ini dikenal dekat dengan Pakde Karwo saat dikonfirmasi tentang kebenaran pesan berantai itu mengabarkan jika kondisi Pakde Karwo saat ini sehat-sehat saja. Sehingga kabar yang beredar di dunia maya tidak benar.  “Beliau sehat walafiat. Mohon doanya,” kata Anom  tanpa merinci lebih jauh. tis

 

baca juga :

Menhub Pastikan Sriwijaya Air SJ 182 Jatuh, Bawa 62 Orang Termasuk 7 Anak-anak

Redaksi Global News

Indef Sebut Corona Ancam Resesi Indonesia, Kerugian Bisa Capai Rp 127 Triliun

Kecewa Akun Dihapus, Tembaki Kantor Youtube, Akhirnya Bunuh Diri