Global-News.co.id
Indeks Politik Utama

Demokrat Berjaya di Pilkada Serentak, Calon PKB Berguguran

 

Sekretaris DPD Partai Demokrat Jatim Bayu Airlangga

SURABAYA (global-news.co.id) – Partai Demokrat Jatim menyambut gembira hasil Pilkada serentak 9 Desember 2020 kemarin. Pasalnya dari target 14 yang ditetapkan partai, Partai Demokrat berhasil meraih 12 kemenangan dari 19 pilkada serentak kabupaten/kota di Jatim.

“Alhamdulillah, kita berhasil meraih kemenangan 12 dari 14 target partai. Ini capaian yang positif kita dapatkan di Pilkada serentak 19 kab/kota di Jatim 9 Desember 2020 kemarin. Kader dan pengurus bekerja luar biasa,” ujar Sekretaris DPD Partai Demokrat Jatim Bayu Airlangga, Senin (14/12/20).

Menurut Bayu capaian ini bukti kekompakan kader dan pengurus partai sampai tingkat Pengurus Anak Cabang (PAC) dalam memperjuangkan pasangan yang diusung dan didukung partai dalan Pilkada kemarin. “Semua mesin bergerak, semua kedar dan pengurus dan anggota Fraksi Demokrat baik di DPRD Kota Kabupaten maupun Provinsi bahu membahu memenangkan calon yang kita usung,” ungkapnya.

Bayu juga meminta kader partai untuk terus mengawal suara kemenangan ini sampai tingkat KPU dan diumumkan secara resmi oleh KPU setempat. “Kemenangan ini harus terus kita kawal. Memang hasil quick count telah keluar. Tapi keputusan akhir tetap di KPU. Mari kita kawal kemenangan ini sampai KPU. Jangan sampai suara rakyat, suara kemenangan ini nanti ternodai,” jelasnya.

Pria yang juga wakil Ketua Komisi A DPRD Jatim ini juga menyampaikan apresiasi kepada KPU sebagai penyelenggara di Pilkada serentak kemarin. “Terima kasih KPU. Semua pilkada di Jatim berjalan lancar dan damai. Protokol kesehatan berjalan dengan ketat. Semoga semua tahapan pasca pemilihan sampai penetapan semua berjalan lancar dan aman,” pungkasnya.

Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Jatim yang juga Bendahara DPD Partai Demokrat Sri Subianti, memberikan apresiasi pada kinerja anggota Fraksi Demokrat DPRD Jatim yang telah all out memenangkan calon di daerah pemilihannya yang menyelenggarakan pilkada. “Alhamdulillah teman- teman fraksi kompak dan all out saat menggerakkan mesin partai pada pilkada kemarin. Hasilnya juga tidak mengecewakan meski ada yang kalah. Namun secara umum kita sudah berjalan sesuai harapan,” ujar wanita yang juga anggota Komisi E DPRD Jatim ini.

Sebaliknya nasib kurang baik menimpa Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Timur di Pilkada serentak 2020. Banyak pasangan calon yang diusung PKB berguguran. Dari 19 daerah yang menggelar Pilkada, PKB hanya mengantarkan satu kadernya sebagai pemenang di Pilkada Sidoarjo berdasarkan hitung cepat versi KPU.

Pengamat politik dari Surabaya Survey Center (SSC) Mochtar W Oetomo menilai, ada sejumlah faktor mendasar mengapa banyak pasangan calon dari PKB tumbang di Pilkada kali ini.

Mochtar menguraikan, sedianya, PDIP dan PKB selalu berdiri secara diametral dalam setiap gelaran Pilkada di Jatim, itu dilakukan sebagai wujud persaiangan keduanya sebagai partai besar. Namun, di Pilkada serentak 2020 ini, PKB tak diuntungkan, pasalnya, Partai Demokrat dan Partai Gerindra cenderung seirama dengan PDIP dibanding PKB.  “Tentu ini tidak lepas dari ekosistem politik nasional yang saat ini cenderung dalam habitasi PDIP daripada PKB. Dalam konteks ini Demokrat dan Gerindra serta PDIP di banyak tempat berhadapan dengan PKB. Maka secara geopolitik, posisi PKB di berbagai daerah yang sedang pilkada relatif kalah positioning,” kata Mochtar.

Selain itu, kata Mochtar, PKB juga banyak mengusung calon yang berstatus petahana, dalam posisi pandemi seperti saat ini, posisi politiknya relatif tidak menguntungkan karena berbagai problem dan keterbatasan.  “Tak heran banyak incumbent yang diusung PKB gugur, seperti di Banyuwangi, Situbondo, Ponorogo, Lamongan, Tuban, Gresik,” urainya.

Faktor lain yang cukup mendukung jebloknya PKB yakni keberadaan elit partai di Jatim yang memiliki kesibukan lain. Seperti, Ketua DPW PKB Jatim Abdul Halim Iskandar yang direpotkan sebagai Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Sekretaris PKB Jatim Badrut Tamam selaku Bupati Pamekasan. Selain dua tokoh tersebut, ada Nama Toriqul Haq yang kini menjadi Bupati Lumajang.

“Selain kurang fokus pengelolaannya, mungkin juga karena terlalu percaya diri mengingat kemenangan Pilkada sebelumnya. Terlepas dari semua itu, kecermatan memilih kandidat dan militansi dalam skenario pemenangan tentu menjadi faktor yang tak bisa diabaikan,” demikian Mochtar.

Sekadar diketahui, berdasarkan data hitung cepat versi KPU per 14 Desember 2020 pukul 11:00, PKB hanya berhasil mengantarkan kadernya, yakni H Ahmad Muhdlor (Gus Modlor) sebagai Bupati terpilih Kabupaten Sidoarjo dan pasangan Rini Syarifah-Rachmad Santoso di Kabupaten Blitar

Sementara dari non kader, PKB sukses memenangkan Pilkada Kota Pasuruan yakni pasangan Saifullah Yusuf-Adi Wibowo, Pilkada Ngawi pasangan ony Anwar Harsono-Dwi Rianto Jatmiko dan Kabupaten Kediri, pasangan Hanindhito Himawan Pramana-Dewi Mariya Ulfa. Kedua pasangan terakhir menang melawan kotak kosong.

Sedangkan tiga partai politik berhasil tampil perkasa pada Pilkada kali ini, yakni Partai Gerindra, PDI Perjuangan dan Partai Demokrat. Tiga partai tersebut berhasil mengantakan banyak kader dan non kadernya sebagai kepala daerah terpilih. ani, rmo, ins

baca juga :

Asian Games 2018, Kemenkes Siagakan 28 Rumah Sakit Rujukan

Redaksi Global News

Dua Pekan, 1.400 Pelanggar Lalin Disidangkan di PN Tuban

Redaksi Global News

Gaji Guru Honorer di Lumajang Minim, Komisi E DPRD Jatim Bakal Panggil Kadispendik

Redaksi Global News