Global-News.co.id
Indeks Madura

Disdik Terus Maksimalkan Program Kelas Digital 

PAMEKASAN (global-news.co.id)-Dinas Pendidikan (Disdik) Pamekasan tahun 2018 ini akan terus mengembangkan program Digital Class atau Kelas Digital bagi siswa SMP yang telah dirintisnya sejak 2 tahun terakhir. Program ini masuk satu di antara program  inovatif layanan publik dari Disdik Pamekasan pada tahun 2018 ini.

Kelas Digital adalah kelas pembelajaran yang dilaksanakan  dengan memanfaatkan teknologi digital yakni internet. Pembelajaran kelas digital ini bukan mengganti sistem belajar tatap muka, akan tetapi sebagai tambahan atau pengayaan materi yang dapat melengkapi pembelajaran konvensional. Dengan model kelas digital ini akan membuat siswa lebih aktif dan kreatif.

Kepala Dinas Pendidikan Pamekasan Drs Moh Tarsun MSi mengatakan program kelas digital di Pamekasan diperkenalkan  sejak tahun 2016 oleh SEAMOLEC, sebuah badan pembelajaran Asia Tenggara yang berbasis teknologi informasi (IT). Saat tahun 2016 itu diujicobakan di SMPN 3 Pamekasan. Ternyata hasilnya bagus dan banyak bermanfaat bagi siswa. Akhirnya pada tahun 2017 dijalankan di 8 SPMN yakni SMPN 1 hingga SMPN 8.

Kelas digital ini, kata Tarsun, tidak menghilangkan kelas pembelajaran tatap muka yang konvensional, namun sebagai tambahan penunjang dimana anak bisa belajar tanpa batas jarak,  waktu dan ruang. Juga bisa mengembangkan materi dari aspek yang lebih luas lagi. Dengam program kelas digital ini anak atau siswa tanpak lebih senang, semangat dan penuh kreatifitas.

”Nah pada tahun 2018 ini kami sempurnakan lagi di berbagai aspeknya, sehingga program ini akan benar-benar mendatangkan  manfaat yang lebih besar bagi siswa. Semoga saja tidak ada rintingan. Dan alhamdulillah selama dua tahun berjalan saat uji coba tahun 2016 hingga tahun 2017 berjalan baik banyak manfaatnya, ” tutur Tarsun.

Di tahun 2018 ini, lanjut Tarsun, semua SMPN di kota Pamekasan yakni SMPN  1 hinga SMPN 8 sudah akan menerapkan kelas digital ini. Selama ini sementara dilaksanakan satu kelas untuk tiap angkatan kelas. Bahkan SMPN 1 Pamekasan menyatakan kesiapannya untuk menerapkan program kelas digital ini untuk seluruh kelas di tiap angkatan kelas di sekolah tersebut.

Apakah ada kendala? Tarsun menegaskan tidak ada kendala serius baik dari aspek fasiltas maupun dari kemampuan pengajarnya. Para guru yang telah terbiasa dengan tehnologi digital tak kesulitan. Sementara bagi anak ada kendalanya yaitu masalah penyediaan fasilitas smartphone  android, tetapi hal itu telah diatasinya.

Yang perlu mendapat perhatian, kata Tarsun, adalah masalah  dampak lain dari penggunaan smartphone android. Diupayakan jangan sampai siswa banyak menggunakan fasilitas itu untuk hal hal yang mengganggu belajarnya, misalnya memakai untuk main game saja dan hal yang lain yang tidak bermanfaat. “Karena itu diperlukan proteksi agar penggunaan android itu maksimal untuk pembelajaran,” pungkasnya. (mas/*)

baca juga :

Tempe jadi Menu Favorit Calon Jamaah Haji di Saudi

nasir nasir

PT TPS Ajak Anak Peduli Keselamatan melalui Lomba Gambar

nasir nasir

410 Nakes Lamongan Siap Divaksin

Redaksi Global News