Global-News.co.id
Secangkir Kopi

Ulama Diserang Orang Gila?

GN/kriminologi.id
Ilustrasi

Belakangan ini, terdapat sejumlah kiai dan ustaz yang dibunuh dan dianiaya oleh “orang gila”. Menarik kita simak. Mengapa ujug-ujug terjadi “gerakan” menganiaya kiai dan ustaz?. Bermula dari Jawa Barat. Dalam hitungan hari saja dua ulama dianiaya oleh orang yang diduga tidak waras alias gila. Ada kemiripan pola penyerangan yang menyebabkan kematian dan luka parah ini.

Kesamaan pertama, ulama/ustaz yang menjadi korban penganiayaan itu. Kedua, penyerangan dilakukan oleh orang yang diduga tidak waras alias kemungkinan sakit jiwa. Ketiga, penyerangan dilakukan pada waktu subuh. Kemiripan pola ini bisa terjadi secara kebetulan, bisa juga memang ada yang membuatnya. Jika ada yang membuat tentu ada tujuan-tujuan atau pesan-pesan yang ingin disampaikan kepada kelompok tertentu. Bisa juga ini bagian dari politik adu domba di tengah panasnya proses politik pilkada serentak khususnya di Jawa Barat?.

Kasus pertama terjadi kepada Pimpinan Pondok Pesantren Al Hidayah Cicalengka, Kabupaten Bandung, KH Umar Basri. Ia menjadi korban penganiayaan usai Shalat Subuh di masjid. Polisi menangkap pelaku penganiayaan yang kemudian diidentifikasi kemungkinan lemah ingatan. Kini, kondisi Kiai Umar semakin membaik dan pelaku sudah ditahan. Selanjutnya, Komando Brigade PP Persis, Ustaz Prawoto. Ustaz Prawoto meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan di rumah sakit akibat dianiaya seorang pria pada Kamis (2/1/2018) pagi.

Kejadian ini, kini merembet ke Jawa Timur. Kiai Hakam Mubarok, pengasuh Pondok Pesantren Muhammmadiyah, Karangasem, Paciran, Kabupaten Lamongan, diserang orang tak dikenal dan diduga gila. Berikut momen-momen sebelum penyerangan terjadi. Pelaku tidur di pendopo ponpes tempat menerima tamu. Menjelang salat Zuhur, ia dibangunkan oleh Kiai Hakam dan diperintahkan keluar.

Pria tak dikenal tersebut enggan menuruti permintaan Kiai Hakam. Meski sarungnya diseret, ia menolak pindah. Kemudian ia berdiri dan menantang. Pria itu dan Kiai Hakam sempat beradu otot. Namun, beruntung, tak ada yang kena pukulan.

Lalu, fenomena orang gila satroni ulama terjadi laghi di Jatim. Kini giliran rumah Ketua MUI Kota Madiun, KH Dr Muhammad Sutoyo, di Jalan dr Sucipto No 16, didatangi pria tak dikenal, diduga gila. Karena khawatir mengalami kejadian di Lamongan, Tuban dan daerah lainnya, dirinya menghubungi banser untuk mengawasi rumah dan musholanya, Rabu (21/2/2018).

Fenomena apa ini. Pertanyaannya, benarkah orang itu gila? Lalu apa sebenarnya? Untuk menjawab di atas bisa dijawab dengan mengetahui terlebih dahulu apakah pelaku itu gila atau tidak waras setelah menyerang, atau pelaku sejak sebelum menyerang memang gila. Yang harus diusut, apakah pelaku saat menyerang belum/tidak gila dan baru setelah menyerang baru berubah menjadi tidak waras.

Terlepas dari itu semua, pemerintah harus mengungkap dengan jelas apa motif sebenarnya hal tersebut, karena hal itu sudah meresahkan kalangan masyarakat. Khususnya kalangan ulama. Polisi harus cepat-cepat mengungkap hal tersebut, karena “orang gila” menganiaya ulama semakin meluas. (*)

baca juga :

PPh Final UKM Jadi 0,5%

Migor…

Redaksi Global News

Pendidikan Pesantren, Menyambut Masa Depan

Redaksi Global News