Bupati Nganjuk Tunda Pembelian Mobil Alphard

Dok GN
Ilustrasi mobil Alphard dalam sebuah pameran sebelum pandemi.

NGANJUK (global-news.co.id) –  Rencana pengadaan mobil dinas Bupati Nganjuk yang disoal banyak pihak akhirnya menemukan titik terang. Pemkab Nganjuk akhirnya memutuskan untuk menunda pengadaan mobil Alphard tersebut.
Kepastian penundaan ini diungkap Sekretaris Daerah Kabupaten Nganjuk Mohamad Yasin. Mohammad Yasin menegaskan dirinya sudah diperintahkan oleh Bupati Novi Rahman Hidayat sejak jauh hari agar bisa menunda pengadaan mobil dinas mewah sebanyak 3 unit. Bahkan Bupati Nganjuk pun sudah memberikan penjelasan soal penundaan pembelian mobil dinas  lewat akun Facebook pribadinya.

“Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat memberikan wawasan pembelian mobil mewah ini kurang tepat dilakukan di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini. Banyak masyarakat yang terkena imbas pandemi baik dari sisi ekonomi dan kesehatan, Bupati Novi sangat berempati dengan apa yang terjadi di masyarakat, karena itu memutuskan untuk menunda pembelian mobil itu,” ungkap Mohamad Yassin di hadapan wartawan, Rabu (7/10/2020).

Namun pernyataan Bupati Novi di medsos dinilai bertentangan dengan apa yang disampaikan sebelumnya. Saat itu sebelum disorot banyak pihak, Bupati Novi menyebut pengadaan mobil Alphard tidak masalah dan sah-sah saja silakukan.

Pernyataan kontradiktif itu membuat bingung masyarakat, salah satunya Wahyu Prio Djatmiko. Warga Nganjuk Kota ini bingung karena pernyataan Bupati Novi dinilai tidak konsisten. Pria yang juga sebagai pengamat politik ini menyarankan kepada bupati dan para pejabat pengadaan, agar lebih hati hati dalam menggunakan uang APBD dan hati-hati saat memberikan pernyataan baik di media mupun di medsos agar tidak membingungkan masyarakat.

Warga lainnya di Nganjuk juga menghendaki agar Bupati Novi tidak meneruskan keinginannya untuk membeli mobil Alphard sebagai mobil dinasnya. Warga mengharapkan uang APBD bisa digunakan untuk keperluan rakyat secara luas.

Hal itu diungkapkan oleh Agus Saputra, petani brambang di Kecamatan Sukomoro Kabupaten Nganjuk. Ia menilai pembelian mobil Alphard Bupati Nganjuk tidak bermanfaat. Sebab saat ini masih banyak warga Nganjuk yang membutuhkan bantuan karena dampak pandemi Covid 19 membuat ekonomi masyarakat babak belur. “Kalau akhirnya ditunda, Bupati Nganjuk mau mendengar aspirasi sebagian besar masyarakat,” katanya.

Untuk diketahui Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat mendapat kritik keras dari aktivis dan tokoh masyarakat setempat. Bagaimana tidak, di tengah krisis badai pandemi virus corona, Pemkab Nganjuk justru melakukan lelang pengadaan mobil Aphard senilai Rp 2,6 miliar.

Hal tersebut langsung membuat aktivis Ngepung Sujadi mempertanyakan urgensi lelang pengadaan mobil itu. “Inikan masih pandemi, rasa empatinya kepada masyarakat di mana,” tanya pria yang akrab disapa Sujadi di hadapan wartawan, Sabtu (3/10/2020).

Menurutnya, pengadaan ini lebih baik ditunda terlebih dahulu sampai tahun depan. Dikarenakan, masyarakat masih menghadapi ancaman krisis karena pandemi Covid-19. “Pengadaan (mobil Alphard) itu bisa ditunda. Itukan anggaran induk bukan PAK, ” ungkap sujadi.

Ditanya tentang fungsinya, Sujadi menjelaskan mobil baru itu diplot digunakan untuk menerima tamu ketika Pemkab Nganjuk akan membangun jalan Lingkar Wilis. “Prinisipnya saya tidak setuju, karena menodai masyarakat Nganjuk, di saat masa pandemi Corona kok masih meminta pengadaan mobil yang harganya selangit,” terang Sujadi.  roy