Sekdaprov Heru Optimistis PP Az-Zahra Jadi Lembaga Pendidikan Besar

Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono saat menghadiri Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gedung Pusat Pembinaan Anak-Anak Islam Az-Zahra di Kecamatan Gadingrejo Kota Pasuruan, Sabtu (15/8/2020).

PASURUAN (global-news.co.id) – Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono optimistis bahwa Pusat Pendidikan (PP) Az Zahra Pasuruan akan mampu menjadi lembaga pendidikan yang besar. Apalagi lembaga dibawah naungan Yayasan Darut Tarbiyah Wal Ifta itu menawarkan metode pembelajaran sesuai pedoman Al Quran.
“Di tengah kemajuan zaman dan teknologi banyak percepatan metode pembelajaran serta pendidikan bisa dilakukan sesuai dengan kurikulum dan pedoman Al Quran,” ujar Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono saat menghadiri Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gedung Pusat Pembinaan Anak-Anak Islam Az-Zahra di Kecamatan Gadingrejo Kota Pasuruan, Sabtu (15/8/2020).
Saat ini, lanjut Sekdaprov Heru, kemajuan Islam di berbagai belahan dunia wajib disyukuri. Sama halnya menjadi orangtua di zaman yang serba cepat.
“Ini tidaklah mudah. Para orangtua harus memiliki wawasan, pengetahuan dan harus tepat memilih sekolah terbaik bagi anak-anaknya,” terangnya.
Untuk itu, Heru meyakini, bahwa Pusat Pembinaan Anak-Anak Islam Az-Zahra menjadi pilihan tepat dalam mendidik anak generasi Islam di Kota Pasuruan.
“Saya yakin lembaga ini nantinya, bisa besar dan memberikan manfaat bagi masyarakat lewat metode-metode pembelajaran yang inovatif sehingga akan tumbuh menjadi sebuah lembaga pendidikan islam yang besar di Jatim, khususnya Pasuruan,” jelasnya.
Sementara itu, Pembina Yayasan Darut Tarbiyah Wal Ifta H Muzamil Syafii mengatakan, PP Az Zahra memiliki luasan lahan 6.000 m2 dan akan digunakan sebagai pusat pendidikan anak-anak Islam di Pasuruan.
Dia menyebut, bahwa metode yang akan digunakan di PP Az Zahra berafiliasi dengan metode pembelajaran dari SD Sabilillah Malang yang menggunakan tiga bahasa yakni Bahasa Indonesia, Inggris dan Bahasa Arab (multi language) serta berbasis Al Quran.
“Nantinya, kami akan ajarkan anak didik kami di SD Bahasa Arab, Bahasa Inggris, dan Bahasa Indonesia. Sore harinya, mereka akan mendapatkan pelajaran Madrasah Diniyah yang insyallah menggunakan metode Al Miftah yang berafiliasi dari Ponpes Sidogiri sehingga anak-anak kami dalam waktu relatif singkat bisa membaca kitab kuning yang semakin langka. Semoga dalam waktu empat tahun kompleks ini bisa dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat yang membutuhkan,” tutupnya. fan, tri