FKH Unair Tegaskan Hewan Kurban Tidak Berisiko Menularkan COVID-19

FKH Unair menyampaikan risiko penularan COVID-19 melalui hewan sangat kecil. Namun pelaksanaan kurban tahun ini harus tetap menjaga protokol kesehatan. Terutama bagi penjual, pemotong, dan pemroses hewan kurban serta pendistribusian daging.

SURABAYA (global-news.co.id) – Pelaksanaan ibadah kurban pada Idul Adha 1441 H kali ini menuai berbagai kecemasan masyarakat. Pasalnya tidak sedikit yang was-was terpapar COVID-19 dari hewan kurban.

Menanggapi hal tersebut, Prof Dr Suwarno drh, MSi menyampaikan bahwa risiko penularan COVID-19 melalui hewan sangat kecil. Hal itu dia sampaikan dalam acara Pengabdian Masyarakat Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) UNAIR yang bertajuk Pelatihan Pembuatan Disinfektan untuk Menetralkan Pencemaran Coronavirus pada Pemotongan Hewan Kurban 1441 H bagi Pra Takmir se-Kota Surabaya.

“Hewan tidak berisiko tertular atau menularkan virus corona dari orang yang terkena COVID-19, tetapi yang berbahaya adalah penularan dari orang yang terkena COVID-19,” terangnya dalam acara yang diikuti lebih dari 160 takmir dari berbagai kota di Indonesia itu.

Suwarno menjelaskan, pada dasarnya struktur sel hewan tidak cocok dengan reseptor virus corona. “Sel pada manusia cocok dengan reseptor COVID-19, namun pada hewan berbeda. Sehingga inilah yang menyebabkan COVID-19 tidak dapat menular ke hewan,” jelas Dosen FKH UNAIR itu seperti dalam rilis yang diterima redaksi, Rabu (22/7/2020).

Dia menekankan, hewan kurban tidak memungkinkan menjadi perantara penularan COVID-19. Menurutnya, yang perlu diwaspadai adalah penularan dari manusia ke manusia. Maka dari itu, lanjutnya, pelaksanaan kurban harus menerapkan prokotol kesehatan.

“Tidak ada penularan COVID-19 dari manusia ke hewan atau sebaliknya. Yang ada adalah penularan dari manusia ke manusia. Untuk menghindari ini, kita harus menggunakan APD dan menerapkan protokol kesehatan. Panitia kurban harus benar-benar selektif dalam hal ini,” tandasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Departemen Klinik Veteriner FKH Unair Prof  Dr Wiwik Misaco Yuniarti drh, MKes melontarkan pernyataan serupa. Menurut dia, hingga saat ini tidak ada bukti ilmiah bahwa hewan menjadi sumber infeksi COVID-19 pada manusia.

Meski tidak memiliki risiko menularkan COVID-19, Wiwik berpesan bahwa pelaksanaan kurban kali ini harus tetap menjaga protokol kesehatan. Terutama bagi penjual, pemotong, dan pemroses hewan kurban serta pendistribusian daging.

“Segala hal mulai dari limbah, proses penyembelihan, pemotongan, hingga pengantaran harus diperlakukan berbeda dengan tahun sebelumnya. Pelaksanaannya kali ini harus dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan,” kata dia.

Wiwik melanjutkan, pada intinya hal-hal yang harus diperhatikan adalah selalu melakukan physical distancing dan personal hygiene. Selain itu, panitia kurban wajib menerapkan higiene dan sanitasi di tempat penjualan maupun di tempat pemotongan hewan kurban, serta melakukan pemeriksaan kesehatan awal, seperti cek suhu kepada setiap panitia.

“Marilah kita bersama-sama menaati semua peraturan yang ada, agar kita dapat melakukan aktivitas Idul Adha dengan tenang, khitmad dan aman,” pesan Wiwik. tri