2 Orang Reaktif COVID-19 setelah Belanja di Ramayana Gresik

Tim Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten Gresik menggelar rapid test di Ramayana Gresik setelah mengetahui pengunjung membeludak. Hasilnya ada dua orang yang dinyatakan reaktif virus corona.

GRESIK (global-news.co.id)- Sebanyak 2 orang reaktif virus corona di Gresik setelah belanja di pusat perbelanjaan Ramayana di Kabupaten Gresik.
Pusat perbelanjaan ini,  Minggu (17/5/2020) dipadati pengunjung yang datang. Padahal pada hari-hari sebelumnya, pusat perbelanjaan ini relatif sepi dari pembeli.
Banyaknya pengunjung yang datang mengakibatkan antrean panjang di pintu masuk. Pihak sekuriti mal berusaha melakukan pengecekan suhu tubuh dan masker. Namun kewalahan dengan banyaknya pengunjung.
“Iya sudah tahu kalau ada aturan Pembatasan Sosial Berksala Besar (PSBB) tapi mau bagaimana, belanja di online saya tidak bisa. Jadi langsung ke sini aja,” jelas Farida (35) saat ditemui di pusat perbelanjaan itu.
Sekretaris Tim Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten Gresik Tursilo menuturkan, setelah mengetahui adanya lonjakan pengunjung di setiap pusat perbelanjaan, pihaknya langsung menggelar rapid test di tempat. Dalam operasi tersebut ada dua orang yang dinyatakan reaktif virus corona.
“Ada dua orang yang dinyatakan reaktif virus corona, satu dari pengunjung mal dan satunya lagi dari pegawai mal. Selanjutnya mereka akan ditangani oleh pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik untuk tes swab dan akan dilakukan isolasi mandiri,” kata Tursilo.
Pihaknya juga menyinggung soal pelanggaran yang dilakukan oleh pihak Ramayana. Semestinya sesuai aturan, seluruh pusat perberlanjaan boleh membuka pelayanan pada pukul 12.00  siang hingga 20.00 .
Namun di lapangan, aturan itu diabaikan. Pihak mal karena melihat pengunjungnya membeludak malah membuka pelayanan pada pukul 09.00. Dalam hal ini, Tim Gugus Tugas akan memberikan sanksi jika manajemen mal tidak menghiraukan.
“Ini teguran lisan dan tulis. Tapi kalau diteruskan sanksinya bisa pencabutan izin usaha. Apalagi dalam aturan pencegahan virus corona yang boleh tetap buka adalah toko yang menjual makanan. Namun di sini hanya menjual pakaian yang tingkat kebutuhannya masih bisa ditunda,” paparnya.
Menanggapi hal itu, Asisten manager Ramayana Gresik Didit mengaku salah karena melanggar aturan jam buka operasi.
Ke depannya aturan jam akan dikembalikan seperti semula dan jumlah pengunjung yang datang akan dibatasi. Hal ini sesuai aturan yang berlaku.
“Ini karena menjelang Hari Raya Idul Fitri pengunjung membeludak sampai seribu lebih pengunjung. Tapi kami memberlakukan ketat bagi pengunjung yang tidak memakai masker tidak boleh masuk dan juga dilakukan tembak suhu,” terangnya. sep, sua