Aksi Heroik Sang Dokter, Mampu Selamatkan Nyawa Penumpang Pesawat dari Sidney

Istimewa
Dokumentasi saat dr Benyamin Kristiyanto MARS menyelamatkan salah satu penumpang WNI dalam perjalanan Sidney-Jakarta di maskapai penerbangan milik BUMN awal 2020 lalu.

SURABAYA (global-news.co.id) – Politikus Partai Gerindra dr Benyamin Kristiyanto MARS punya pengalaman dramatis saat melakukan kunjungan kerja ke Sidney Australia bersama rombongan anggota Komisi A DPRD Jatim. Yakni menyelamatkan nyawa seorang perempuan tepatnya seorang ibu.

Aksi heroik tersebut dilakukan dr Benyamin yang juga pemilik Klinik Kesira di Juanda ini di dalam pesawat terbang yang membawanya saat itu kembali bersama rombongan ke Indonesia alias Jakarta.

Pengalaman itu dia bagikan agar ada perbaikan layanan terhadap maskapai penerbangan khususnya maskapai milik BUMN yang sudah menginternasional ini. Selain itu mendorong agar setiap maskapai dilengkapi dengan peralatan medis minimal untuk pertolongan pertama di atas pesawat serta perbaikan terhadap kualitas SDM seperti pramugari.

Di mana seorang pramugari tidak hanya mengutamakan kemahiran Bahasa Inggris dan penampilan semata, juga harus memiliki kemampuan dasar memberikan pertolongan pertama pada penumpang yang membutuhkan bantuan darurat.

Dokter Benyamin menceritakan peristiwa itu terjadi pada awal 2020. Saat itu dia dan sejumlah anggota DPRD Jatim melakukan perjalanan dinas ke Australia.

Belum sampai satu jam pesawat take off dari Sidney menuju Jakarta, tiba-tiba rombongan anggota DPRD Jatim dikagetkan suara remaja yang berteriak minta tolong di dalam pesawat. Sontak saja rombongan yang terdiri atas 15 orang inipun kaget. Tak beberapa lama situasi di dalam maskapai penerbangan nasional inipun sempat riuh.

“Saat itu ternyata ada ibu yang kesulitan bernafas karena tekanan udara di pesawat berkurang. Sementara oksigen yang ada di setiap tempat duduk tidak keluar secara otomatis. Dan saat itu hanya ibu tersebut saja yang tidak kuat menahan tekanan udara ” kenang dr Benyamin, Kamis (13/2/2020).

Mendengar teriakan si remaja tadi yang notabene adalah anak dari ibu tersebut, membuat nurani dokter Beny -panggilan akrabnya- terpanggil. Dia langsung bergegas menuju ke arah teriakan remaja tersebut. Untung letak duduk si ibu tadi tidak jauh dari rombongan anggota legislatif.

Pria yang pernah duduk sebagai Direktur RS Williamboth Surabaya ini langsung memberikan pertolongan pertama, di antaranya memberikan bantuan oksigen dan memberikan obat-obatan.

Dijelaskannya, jika ibu yang pergi bersama suami dan anaknya awalnya menderita sakit asma. Tapi karena penyakitnya sudah akut akhirnya menyerang ke paru-paru secara tiba-tiba di atas pesawat. Namun demikian, yang membuat dr Beny agak gundah, karena di dalam pesawat dengan jalur penerbangan internasional tidak dilengkapi dengan alat-alat medis guna pertolongan pertama berikut kelengkapan oksigennya.

“Waktu itu para pramugari berteriak ada dokter, ada dokter. Dan waktu itu kebetulan ada saya dan dr Agung dari Partai Demokrat. Mendapat permintaan tersebut, saya  langsung memberikan pertolongan,”tegasnya.

Di sisi lain yang dia sesalkan seharusnya Kementerian Perhubungan memberikan pelatihan kepada pramugari dan kru lainnya terkait pemberian pertolongan pertama pada penumpang dalam kondisi darurat. Hal ini sebagai antisipasi jika di dalam pesawat tidak ada dokter. Paling tidak untuk bantuan pertolongan pertama.

Dengan ketiadaan fasilitas ini, penumpang dan pesawat akan dirugikan. Di mana jika pesawat tersebut kembali ke Sidney atau mendarat ke wilayah tertentu, di samping penumpang tidak bisa datang tepat waktu, pesawat akan mengeluarkan biaya untuk membayar parkir pesawat. Selain itu kebutuhan bahan bakar avtur juga bertambah.

“Berdasar pengalaman tersebut, sudah saatnya setiap penerbangan yang ada di indonesia, baik rute nasional maupun internasional harus berbenah diri. Jangan hanya SDMnya pandai Bahasa Inggris saja, tapi juga harus mampu memberikan pertolongan pertama bagi penumpang yang tiba-tiba kolaps seperti kasus yang saya tangani,”papar pria yang kini duduk di Komisi E DPRD Jatim ini.

Lebih lanjut dijelaskannya, yang membuat dia tersenyum saat ibu itu akhirnya sadar malah bertanya mengapa dia dikerubungi orang dan tidur di lantai antara dua kursi. Tentu saja dr Beny harus menjelaskan jika si ibu sempat kolaps. Dan bersyukur si ibu bisa ditolong meski dengan peralatan seadanya dan kembali bisa bernafas lega sampai ke tempat tujuan yaitu Jakarta. ani