9 Bacarek Unair Bakal Ikuti Uji Masyarakat Kampus

Ketua PSCR 2020, Prof Dr Suryanto (kiri) dan Ketua Senat Akademik Unair, Prof dr Djoko Santoso saat memberikan penjelasan tentang bakal calon rektor Unair, Selasa (11/2/2020)

SURABAYA (global-news.co.id) – Sebanyak 9 bakal calon rektor (bacarek) Universitas Airlangga akan mengikuti Uji Masyarakat Kampus yang digelar di Kantor Manajemen Kampus C Unair pada 18-20 Februari. Lewat kegiatan itu para calon rektor 2020 bisa menyampaikan visi-misi serta ide-ide apa yang dimiliki di hadapan masyarakat kampus.

”Proses ini (uji masyarakat kampus) nantinya akan dipandu oleh seorang moderator dan pembantu moderator. Masing-masing calon rektor akan mempresentasikan ide-idenya dalam waktu 15 menit, kemudian dilanjutkan 15 menit tanya jawab,” ujar Ketua Panitia Seleksi Calon Rektor (PSCR) 2020 , Prof Dr Suryanto Msi Psikolog kepada media Selasa (11/2/2020).

Dijelaskan, uji masyarakat kampus nanti akan menggunakan sistem panelis. Artinya, antar calon tidak boleh bertanya, yang boleh bertanya hanya audiensinya.

Ketua Senat Akademik (SA) Unair Prof dr Djoko Santoso SpPD-KGH, PhD, FINASIM, menjelaskan, secara keseluruhan ada 12 pendaftar, namun 3 di antaranya tidak memenuhi syarat karena adanya ketidaklengkapan, baik itu administrasi maupun kesehatan.

Dalam kaitan kesehatan, kata Djoko, ke-12 calon memenuhi syarat. Namun dalam kaitan persyarakatan administrasi, tiga calon tidak memenuhi. “Dua calon karena tidak bisa memenuhi ketepatan waktu. Dan, satu calon tidak bisa memenuhi kelengkapan komponen yang ada dalam persyaratan pilihan rektor, yaitu referensi atau rekomendasi,” ungkapnya.

Dijelaskan, penetapan itu didasarkan rapat paripurna anggota Senat Akademik Unair yang diadakan Senin. Rapat tersebut dihadiri sebanyak 39 dari 47 orang yang ada dalam keanggotaan SA.

Ke-9 bacarek tersebut adalah Dr Muhammad Nafik H.R. SE, MSi, (dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis); Prof Dr Rahmi Jened SH, MH (Fakultas Hukum); Dr drs Eridani Msi (Fakultas Sains dan Teknologi); Rumayya, SE, MReg.Dev., PhD (Fakultas Ekonomi dan Bisnis); Prof Dr drh Bambang Sektiari Lukiswanto DEA (Fakultas Kedokteran Hewan); Prof Dr Dwi Setyawan, SSi., MSi, Apt ( Fakultas Farmasi); Dr drg Agung Sosiawan MKes (Fakultas Kedokteran Gigi); Prof Dr Widi Hidayat, SE, MSi, Ak (Fakultas Ekonomi dan Bisnis); dan Prof Dr Mohammad Nasih, SE, MT, Ak (Fakultas Ekonomi dan Bisnis) yang merupakan petahana.

Mengenai kesembilan calon tersebut, Prof Djoko menyebut, jumlah itu relatif sesuai ekspektasi panitia. “Selain itu komposisinya cukup beragam. Terdapat dari gelar doktor dan ada yang berasal dari guru besar atau profesor. Termasuk asal fakultas dari para kesembilan calon,” ujarnya.hms,ret