Atasi Masalah Kesehatan dengan BUAIAN dan SAKINA

BANYUWANGI (global-news.co.id) – Untuk menyelesaikan berbagai permasalahan kesehatan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Kesehatan Jatim telah melahirkan sejumlah inovasi . Sejauh ini, dari beberapa permasalahan kesehatan, ada 5 yang menjadi prioritas Dinkes Jatim yaitu stunting, AKI-AKN (angka kematian ibu-angka kematian bayi), imunisasi, tuberkulosis, dan penyakit tidak menular (PTM).

Untuk mengurangi AKI-AKN, kata Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan, Dinkes Jatim, drg Inna Mahanani MKes,  pihaknya mengembangkan inovasi aplikasi Ibu Anak Impian (BUAIAN).  “Ini merupakan  aplikasi konsultasi ibu hamil dan pasca kehamilan, sehingga bisa memudahkan ibu hamil dalam mencari informasi tentang kehamilannya maupun setelah melahirkan,” ujarnya di Banyuwangi, Selasa (2/10).

Sementara di tingkat kota/kabupaten, Dinkes Banyuwangi  pun mengembangkan berbagai inovasi untuk mengatasi permasalahan kesehatan di wilayahnya.  “Banyuwangi mempunyai tagline ‘the sunrise of Java’, yang artinya di Banyuwangi, matahari terbit untuk pertama kalinya di Pulau Jawa. Dengan kata lain, Pemkab Banyuwangi  berharap Banyuwangi bisa menjadi yang terdepan di Jawa Timur dalam segala bidang, salah satunya di bidang kesehatan. Oleh sebab itu  kami harus selalu berinovasi untuk dapat mengatasi berbagai masalah kesehatan di wilayah kami,” ujar Kadinkes Banyuwangi, dr Widji Lestariono, M.MKes.

Beberapa inovasi kesehatan yang dikembangkan antara lain SAKINA, PUJASERA, SIRAMI GIZI, CHIPS, TEROPONG JIWA, dan masih banyak yang lainnya. Menariknya ini merupakan inovasi yang dikembangkan dari puskesmas-puskesmas.  “Berbagai inovasi tersebut  diharapkan dapat mempercepat penyelesaian masalah kesehatan di Banyuwangi,” ujarnya.

SAKINA (Stop Kematian Ibu dan Anak) adalah inovasi dari Puskesmas Sempu. Ini merupakan kegiatan penemuan ibu hamil risiko tinggi melalui pemberdayaan kader ibu pedagang sayur keliling yang akan dilaporkan ke Puskesmas.

PUJASERA (Pergunakan Jamban Sehat Rakyat Aman) – inovasi dari Puskesmas Tampo.  Ini merupakan kegiatan kampanye penggunaan Jamban oleh lintas sektor dan stimulan pemberian jamban

SIRAMI GIZI (akSi Ramah Peduli Pemulihan Gizi) – inovasi dari Puskesmas  Singotrunan.  Merupakan kegiatan sosialisasi dan pemberian makanan tambahan (PMT)  dan lomba balita gizi buruk di mana pemenangnya adalah yang berat badannya naik.

CHIPS (Calon Harapan Insan Penghuni Surga) – inovasi dari Puskesmas Sempu.  Kegiatannya meliputi jemput bola rawat penderita  di tempat melalui alat telekomunikasi telepon atau handy talkie (HT).

TEROPONG JIWA (Terapi Okupansi dan Pemberdayaan Orang dengan Gangguan Jiwa) – inovasi dari Puskesmas  Gitik.  Kegiatannya,  penderita  ODGJ yang sudah stabil dilatih dengan terapi kerja di Puskesmas dan di keluarga asuh / UMKM.ret