Libur Lebaran, RSUD Dr Soetomo Siapkan 248 Tenaga On Call

Dari kiri, dr Urip Murtedjo SpB KL, dr Anang Endaryanto SpA (K) dan dr Joni Wahyuhadi SpBS (K) saat memberikan penjelasan terkait layanan RSUD dr Soetomo pada liburan lebaran 2019

SURABAYA (global-news.co.id) – Mengantisipasi melonjaknya beragam kasus yang terjadi selama liburan lebaran 1-9 Juni 2019, RSUD dr Soetomo menyiapkan  127 tenaga medis. Secara keseluruhan rumah sakit rujukan terbesar di Indonesia bagian timur ini menyiapkan 249 tenaga siaga on call.

Direktur Utama RSUD dr Soetomo, Dr dr Joni Wahyuhadi SpBS (K) mengatakan, tenaga on call itu disiapkan jika sewaktu-waktu terjadi lonjakan pasien di unit Instalasi Gawat Darurat (IGD). Mereka terdiri para tenaga struktural, tenaga pelayanan, dan tenaga penunjang.

“Mendasarkan tahun-tahun sebelumnya, jumlah kecelakaan lalu lintas tidak terlalu tinggi karena sistem rumah sakit rujukan sudah berjalan sehingga tidak semuanya menumpuk di sini. Yang paling banyak justru penyakit akibat gangguan pencernaan,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (29/5) siang.

Meski demikian, IGD rumah sakit milik Pemprov Jatim ini tetap siaga mengantisipasi bila ada kejadian-kejadian di luar perkiraan seperti kecelakaan massal pada saat arus mudik. “Tenaga on call tersebut akan bertugas secara bergantian sesuai dengan jadwal yang sudah diberikan serta dilarang mematikan ponselnya selama 24 jam,” kata dr Joni.

Direktur Pelayanan Medik RSUD dr Soetomo, Dr dr Anang Endaryanto SpA (K), menambahkan, kasus paling banyak terjadi setelah lebaran, yaitu terkait gangguan pencernaan. “Mungkin ini akibat perubahan pola makan setelah puasa, makannya jadi tidak terkontrol,” katanya.

Menghadapi liburan lebaran tahun ini, RSUD dr Soetomo juga menyiapkan ruang Buffer Instalasi Gawat Darurat (IGD). Ruang ini disediakan apabila terjadi penumpukan pasien di IGD.

Ketua Forum Pers RSUD dr Soetomo, dr Urip Murtedjo SpB KL mengungkapkan, ruangan Buffer ini digunakan untuk pasien IGD yang menunggu hasil pemeriksaan ataupun kamar rawat inap. “Fasilitasnya sudah seperti rawat inap, jadi pasien IGD tidak perlu menunggu kamar atau hasil pemeriksaan di selasar IGD,”paparnya.

Ada 40 tempat tidur yang disediakan di ruang Buffer ini. Meskipun belum diresmikan, ruangan Buffer ini sempat digunakan saat kejadian luar biasa demam berdarah Februari lalu. “Untuk masalah penyakit yang perlu diwaspadai justru korban mercon yang selalu ada tiap tahun. Tahun lalu malah terkena matanya, jadi edukasi masih perlu dilakukan,”urainya.

Sebagai penunjang kegiatan selama liburan tersebut, RSUD dr Soetomo juga menyiapkan sarana operasional seperti ambulans umum dan jenazah, radiologi dan CT scan, layanan laboratorium, logistik nonmedik dan  stok cadangan medis lainnya. Persiapan tersebut dilakukan juga  terkait kerja sama eksternal seperti sistem rujukan antar RS dan Puskesmas serta koordinasi lintas sektor.ret