Dinkes Jatim Beri Imunisasi MMR Gratis pada 8 Juta Anak

GN/F. Al Aziz
Kepala Dinkes Jatim dr Kohar Hari Santoso menyerahkan cinderamata pada Bupati Jember Faida yang menjadi pembicara dalam rakor Kebijakan Pembangunan Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Kamis (20/7/2017).

SURABAYA (global-news.co.id)-Kasus Campak dan Rubella masih banyak ditemukan di Indonesia yang berkomitmen mencapai eliminasi kasus Campak dan Rubella di dunia pada tahun 2020. Terkait upaya percepatan target eliminasi, Kementrian Kesehatan (Kemenkes) mengambil beberapa langkah percepatan.

Salah satunya imunisasi campak (measles) dan Rubela atau biasa disingkat MMR (mumps, measles and rubella) secara cuma-cuma pada bulan Agustus-September 2017 di seluruh Pulau Jawa, termasuk di Jawa Timur.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jatim dr Kohar Hari Santoso mengatakan imunisasi campak-Rubella ini diberikan kepada anak-anak berusia 9 bulan hingga 15 tahun. “Vaksin campak rubella akan memperkuat kekebalan tubuh anak agar tidak tertular penyakit campak rubella,” kata Kohar di sela Rapat Koordinasi Kebijakan Pembangunan Kesehatan Provinsi Jawa Timur di Hotel Mercure Surabaya, Kamis (20/7/2017).

Kata Kohar, imunisasi gratis yang diberikan selama Agustus hingga September 2017, bisa didapatkan di puskesmas, puskesmas pembantu, posyandu, poskesdes, rumah sakit secara gratis di bawah koordinasi dinkes kabupaten/kota setempat. Tidak hanya di instansi kesehatan, imunisasi juga dilaksanakan di sekolah seperti PAUD, TK, SD/MI sederajat, SDLB, dan SMP/MTs sederajat, SMPLB, ponpes.

Di Jawa Timur sendiri, kata Kohar, sedikitnya 8.468.640 anak usia 9 bulan hingga 15 tahun yang nantinya diharapkan bisa diimunisasi Campak dan Rubella (MR) ini.

Tidak hanya sekali, pemberian vaksin juga harus teratur yang pertama bayi usia 9 bulan harus divaksin MR, kemudian dilanjutkan pada usia 24 sampai dengan 36 bulan. “Tidak boleh hanya diberikan sekali harus dua kali saja,” jelas mantan direktur RSU Soedono Madiun ini.

Masih di tempat yang sama, Kepala Seksi Pencegahan Pengamatan Penyakit dan Penanggulangan Masalah Kesehatan (P3PMK) Dinkes Jatim, Gito Hartono mengatakan pencegahan rubella paling efektif adalah dengan imunisasi campak dan rubella (vaksinasi MMR) sebanyak 2 kali dengan selang penyuntikan 1-2 bulan. Setelah lewat masa kanak-kanak, imunisasi rubella terus dilanjutkan walaupun telah dewasa.

“Bila bayi baru lahir atau anak balita terinfeksi rubella, bisa mengakibatkan kebutaan. Bila wanita hamil terinfeksi rubella, dapat mempengaruhi pertumbuhan janin. Bayi umumnya lahir dengan cacat fisik (buta tuli) dan keterbelakangan mental,” jelasnya.

Sekadar diketahui, gejala campak dapat dilihat dari tanda adanya seperti demam, menggigil, hidung dan mata berair, ruam-ruam pada kulit berupa bercak dan bintil merah pada kulit muka, leher, dan selaput lendir mulut. Saat penyakit campak memuncak, suhu tubuh bisa mencapai 40 derajat celcius. Selain itu bahaya rubella dapat mengakibatkan ruam pada kulit menyerupai campak, radang selaput lendir, dan radang selaput tekak.(faz)