Roboboat Barunastra ITS Incar Gelar Dunia

Rektor ITS didampingi sejumlah pimpinan menyaksikan uji coba kapal Barunastra.

SURABAYA (global-news.co.id)-Tim roboboat Barunastra Institut Teknologi 10 November Surabaya berangkat menuju ke Daytona Beach Amerika Serikat untuk mengikuti ajang AUVSI 10th International Roboboat Competition (IRC) yang digelar selama lima hari, mulai 20–25 Juni 2017.

Tim Barunastra ITS yang sudah mengantongi empat kali juara Kontes Kapal Cepat Tak Berawak Nasional (KKCBN) dilepas Rektor Ir Joni Hermana untuk menuju kompetisi yang diselenggarakan oleh Association for Unmanned Vehicle Systems International (AUVSI) Foundation tersebut.

Pada AUVSI ICR tahun sebelumnya, Tim Barunastra ITS menyabet juara III dan mendapat penghargaan Best Speed and Manuverability. “Hanya dua tim yang mewakili Indonesia pada ajang tersebut. Kami (Barunastra, red) dan tim dari Universitas Indonesia (UI) yang menduduki peringkat kelima,” terang Muhammad Galih Ghafara, ketua Tim Barunastra ITS ditemui usai acara pelepasan tim di Rektorat, Jumat (16/6/2017).

Tahun ini, Tim Barunastra digawangi oleh lima mahasiswa dari departemen yang berbeda-beda, antara lain Departemen Teknik Elektro, Teknik Perkapalan, Teknik Sistem Perkapalan, dan D3 Teknik Elektro Automasi. “Akan ada lima orang yang berangkat yaitu Ramadhan Muhammad Hakim,Muh Alif Farabi, Muhammad Reza Fahlovi, Aryo Nugroho serta saya sendiri,” terang Mahasiswa Departemen Teknik Sistem Perkapalan 2014 ini. Selain itu, lanjutnya, timnya akan didampingi oleh pembimbingnya yang juga dosen Teknik Elektro, Hendra Kusuma.

Kapal tanpa awak buatan tim ITS

Kompetisi yang diselenggarakan oleh Association for Unmanned Vehicle Systems International (AUVSI) Foundation ini digelar selama lima hari, mulai 20 – 25 Juni. Mempertandingkan keakuratan navigasi dan kepresisian kapal tanpa awak dalam menghindari rintangan, kompetisi ini menyuguhkan lima misi yang harus diselesaikan.

“Kelima misi tersebut adalah tantangan melewati gerbang dalam jalur laju kapal, tantangan manuver, tantangan menyandarkan kapal berdasarkan frekuensi bawah air dan pembacaan gambar oleh drone, serta tantangan untuk keluar dari sebuah labirin yang tersusun dari beberapa bola,” ungkapnya.

Sedangkan misi terakhir, yaitu kapal harus dapat berkomunikasi dengan alat yang dibuat oleh panitia untuk melakukan manuver.

Rektor ITS, Prof Ir Joni Hermana optimistis tim Barunastra akan membawa kemenangan kembali. “Tahun ini aturan kompetisi dirombak total, hingga hanya ada 11 tim dunia yang berani bertanding, jauh dari jumlah peserta tahun sebelumnya. Kami optimistis ITS merupakan salah satu yang terbaik,” ungkapnya.

Joni juga berpesan agar para anggota tim untuk selalu menjaga kesehatan, termasuk saat bertanding nantinya. “Kompetisi kali ini bertepatan dengan bulan Ramadan, saya berharap hal tersebut bukan menjadi halangan melainkan keberkahan,” pungkasnya. (its/zis)

Tag: