Pertarungan Mengincar Sejarah

CARDIFF (global-news.co.id)-Real Madrid dan Juventus saling berhadapan di Millennium Stadium, Cardiff, Wales, Minggu (4/6/2017) dinihari WIB. Kedua klub jawara ini sama-sama membawa misi besar untuk merebut gelar juara.

Bagi Juventus, musim ini berjalan mengesankan dengan kans meraih gelar treble. Selain memenangi scudetto (juara Serie A Italia) keenam kalinya secara beruntun, Juve juga mempertahankan gelar Coppa Italia dan gelar juara Liga Champions akan menyempurnakannya.

Kedua tim sama-sama mengincar sejarah; Juve membidik treble pertamanya sementara Los Blancos (julukan Real Madrid) berharap jadi klub pertama di era Liga Champions, yang mampu meraih dua gelar juara beruntun.

Sepanjang sejarah Liga Champions, belum pernah ada klub yang mampu memenangi Liga Champions secara beruntun. Hal ini jelas akan menjadi tantangan besar bagi Real Madrid yang berhasil meraih gelar tersebut pada musim 2015-2016.

Banyak contoh juara bertahan, justru keok di partai final pada musim berikutnya. Pada musim 1993-1994, misalnya, AC Milan dengan gagah perkasa mengalahkan Barcelona empat gol tanpa balas. Namun, satu musim berikutnya, AC Milan menyerah 0-1 dari Ajax Amsterdam, pada laga final.

Pada musim 1995-1996, Juventus menjadi juara Liga Champions setelah mengalahkan Ajax Amsterdam melalui adu penalti. Namun, meski kembali mampu mencapai final pada musim berikutnya, Juventus tak berdaya dan kalah 1-3 dari Borrusia Dortmund.

Hal ini pun dialami Manchester United, yang meraih gelar Liga Champions pada musim 2007-2008 setelah mengalahkan Chelsea, namun kalah dari Barcelona, pada partai final, 12 bulan berselang. Jelas Real Madrid sangat ingin bisa memutus catatan ini.

Namun demikian, sebuah rekor yang tidak menyenangkan membayangi Juventus. Di kompetisi Eropa, Juve tercatat baru dua kali menang dari delapan penampilan di final. Terakhir kali, Juventus disingkirkan oleh Barcelona di final Liga Champions 2015.

Meskipun punya rekor buruk di final kompetisi Eropa, Juve memenangi duel terakhirnya melawan Madrid yang terjadi di semifinal pada Mei 2015 dengan keunggulan agregat 3-2.(ins/faz)