Khofifah: Makmurkan Masjid Bawa Kesejukan dan Terangi Hati Umat

HARLAH KE-71 MUSLIMAT NU: Khofifah berceramah di hadapan 10 ribu warga Muslimat NU Sidoarjo, Minggu (23/4).

HARLAH KE-71 MUSLIMAT NU: Khofifah berceramah di hadapan 10 ribu warga Muslimat NU Sidoarjo, Minggu (23/4).

SIDOARJO (global-news.co.id) – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama (NU), Khofifah Indar Parawansa mengajak segenap keluarga besar NU untuk memakmurkan dan menjaga kesucian masjid sebagai rumah ibadah kepada Allah Swt, sehingga setiap umat yang datang mendapat kesejukan, terang dan tenteram hatinya.

Hal tersebut disampaikan Khofifah di hadapan 10 ribu warga Muslimat NU yang hadir dalam Peringatan Harlah ke-71 Muslimat NU yang digelar PC Muslimat NU Sidoarjo bertempat di Gedung Serbaguna GOR Delta, Sidoarjo, Minggu (23/4). Kegiatan tersebut dirangkai dengan peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad Saw.

“Isra’ adalah pesan untuk mengajak kita agar hati, pikiran dan perilaku kita selalu terinspirasi untuk berangkat dari tempat yang suci menuju tempat yang suci yaitu masjid. Mari tingkatkan ikhtiar untuk memakmurkan masjid,” katanya.

“Mi’raj adalah pesan turunnya perintah shalat, pesan membangun kebaikan dan mereduksi kemunkaran. Saya megajak seluruh warga NU, khususnya warga Muslimat NU, ke depan mari kita perbanyak melakukan aktifitas yang dapat memberikan sinar keberkahan, tetesan kedamaian dan tetesan kasih pada hati setiap insan yang datang ke masjid.”

Khofifah berharap di setiap masjid terbangun pesan damai dan pesan kasih, karena hal tersebut merupakan substansi dari ukhuwah islamiyah atau persaudaraan dalam Islam.

Perbedaan-perbedaan yang ada dalam setiap organisasi massa atau kelompok, hendaknya dilihat sebagai sebuah rahmat, maka perbedaan harus berjalan dalam koridor berlomba menuju kebaikan, jangan sampai membawa perpecahan.

“Karena masjid adalah rumah Allah maka mari kita jaga bersama, jangan sampai muncul pertentangan dan perbedaan yang akhirnya menjadikan friksi-friksi keumatan, kebangsaan, persatuan serta persaudaraan. Jangan sampai ketika seseorang melangkah keluar dari masjid setelah salat jumat atau salat tarawih malah bimbang dan tidak tercerahkan,” paparnya.

Perempuan yang juga menjabat sebagai Menteri Sosial RI ini mengatakan sebentar lagi umat Islam akan menyongsong bulan suci Ramadhan.

Dia pun meminta agar PCNU, Anshor, Fatayat, Muslimat menyiapkan para penceramah-penceramah saat tarawih dan setelah salat subuh, serta khatib shalat Jumat yang pesannya membawa keteduhan yang bisa membangun ukhuwah islamiyah berseiring dengan ukhuwah wathoniyah dan ukhuwah insaniyah.

“Inilah yang menjadi basis nilai persaudaraan yang diajarkan Nahdlatul Ulama,” demikian Khofifah.(rdl)