Setelah 47 Tahun, Raja Saudi Akan Kunjungi Indonesia

GN Presiden Joko Widodo saat berkunjungan ke Arab Saudi, beberapa waktu lalu.

GN
Presiden Joko Widodo saat berkunjungan ke Arab Saudi, beberapa waktu lalu.

JAKARTA (global-news.co.id)- Rencana kunjungan Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz al-Saud yang akan mengunjungi Indonesia pada awal Maret 2017 merupakan kunjungan bersejarah setelah 47 tahun.

Dijadwalkan, setelah ke Jakarta pada 1-4 Maret, Raja Salman akan bertolak ke Bali pada 4-9 Maret. Kedatangan Raja Salman akan disambut dengan upacara resmi oleh Presiden Joko Widodo di Istana Bogor.

“Ini merupakan kunjungan bersejarah karena terakhir kali kunjungan Raja Saudi ke Indonesia sudah 47 tahun lalu, terakhir tahun 1970,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir, Jumat (24/2/217).

Menurut Arrmanatha, kunjungan Raja Salman ke Indonesia menunjukkan penguatan hubungan bilateral kedua negara.

Pihak Saudi pun mengakui dalam dua tahun terakhir sejak kepemimpinan Presiden Jokowi, hubungan kedua negara meningkat.

Hal itu terbukti dari kunjungan Menlu RI ke Saudi sudah tiga kali, kunjungan kenegaraan Presiden Jokowi pada 2015, disusul sejumlah pejabat tinggi ke Saudi antara lain menteri pertahanan, ketua Bappenas, menteri agraria, ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dan kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

Dari pihak Saudi juga dilakukan beberapa kali kunjungan yaitu kunjungan menlu Saudi sebanyak dua kali pada Oktober 2015 dan Januari 2016, kedatangan Pangeran Saudi Al-Waleed bin Talal pada 2016, serta baru-baru ini kedatangan Majelis Syuro Saudi.

“Kunjungan raja Arab Saudi minggu depan seperti memberikan ‘crown’, mahkota, menjadi puncak dari momentum yang sangat baik ini,” ujar Arrmanatha.

Sementara itu, terkait dengan persiapan penyambutan, pihak  Bandara Halim Perdanakusuma siap menyambut kedatangan Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud pada 1 Maret 2017.

Sebelumnya, pada 28 Februari 2017 akan tiba terlebih dahulu 1 unit pesawat berbadan lebar atau widebody Boeing 777 dan 2 unit pesawat berbadan sedang atau narrowbody Boeing 737-800 yang membawa diantaranya para delegasi dan Pangeran Arab Saudi.

Kedua Pesawat Boeing 737-800 tersebut nantinya tetap akan berada di Bandara Halim Perdanakusuma, sedangkan pesawat Boeing 777 lepas landas meninggalkan bandara.

Selanjutnya pada 1 Maret 2017, Raja Salman beserta rombongan akan tiba dengan 2 unit pesawat Boeing 747-400, 1 unit Boeing 777, dan 1 unit Boeing 757 yang merupakan pesawat medical evacuation.

Kemudian, pada 3 dan 4 Maret 2017 seluruh rombongan akan terbang dari Bandara Halim Perdanakusuma menuju Bandara Ngurah Rai di Denpasar, Bali.

General Manager Bandara Halim Perdanakusumah Abdul Rasyid mengatakan, “Terkait dengan kedatangan Raja Salman beserta rombongan, PT Angkasa Pura II (Persero) bersinergi dengan TNI AU serta Paspampres meningkatkan keamanan sesuai dengan standar pengamanan tamu negara atau VVIP.”

“Notice to Airmen atau NOTAM akan diterbitkan oleh pihak berwenang saat kedatangan maupun keberangkatan pesawat dari Arab Saudi tersebut sehingga ada penerbangan reguler yang mengalami expected delay di Bandara Halim Perdanakusuma,” jelas Abdul Rasyid, Sabtu (25/2).

Intensitas hubungan Indonesia-Saudi juga bergerak pesat dari sisi substansi. Tidak hanya dalam konteks haji dan tenaga kerja, tapi bentuk kerja sama lain seperti investasi, perdagangan, dan infrastruktur.(bst)