Khofifah, Cagub Potensial yang Ditunggu Partai Demokrat

Soekarwo masih menunggu Khofifah Indar Parawansa untuk maju di Pilgub Jatim 2018.

Soekarwo masih menunggu Khofifah Indar Parawansa untuk maju di Pilgub Jatim 2018.

SURABAYA (global-news.co.id)– Suasana politik Jatim jelang Pilgub semakin menarik. Sebab, Ketua DPD Partai Demokrat (PD) Jatim yang juga Gubernur Jatim, Soekarwo masih menantikan nama Mensos RI Khofifah Indar Parawansa untuk disetorkan ke DPP PD.

Kondisi ini berbeda dengan suasana tahun 2008 dan 2013. Dimana keduanya menjadi ‘seteru’ dalam perebutan kursi Jatim 1. Kalimat tiada musuh abadi dalam politik, sepertinya akan berlaku pada Pilgub Jatim 2018.

Meski masih menyimpan rapat ketiga nama yang akan disetorkan kepada DPP PD, Soekarwo masih berharap pada Khofifah.

“Sekarang kan ada dua kandidat yang muncul di permukaan. Ada Gus Ipul (Wagub Jatim saat ini), ada Pak Halim (Ketua DPRD Jatim dan Ketua DPW PKB Jatim). Kalau Bu Khofifah (Mensos) mau maju, ya kami laporkan juga ke DPP,” tuturnya kepada wartawan, di Gedung Grahadi Surabaya.

Majelis Tinggi PD nantinya akan memutuskan siapa nama yang bakal diusung di pilgub Jatim 2018 pada September 2017.

Jika melihat pernyataan Pakde itu, besar kemungkinan tiga nama yang disetor ke DPP PD adalah Gus Ipul, Pak Halim dan Khofifah Indar Parawansa.

Pakde juga mengatakan, Ketua Umum PD Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mulai tertarik membahas Pilgub Jatim, setelah anaknya AHY (Agus Harimurti Yudhoyono) kurang beruntung maju ke putaran kedua pilgub DKI Jakarta. SBY menanyakan siapakah potensi bakal calon gubernur yang layak kepada Pakde Karwo.

“Pertengahan Februari saya sudah konsultasi. Saya diminta laporan, memberikan gambaran dan yang berpotensi di Jatim siapa saja,” tukasnya.

Dia juga menyatakan jika nama Agus Harimurti tidak ikut disetorkan ke DPP.

Meski akan menyetorkan tiga nama, tahapan penyaringan dan penjaringan tetap dilakukan Demokrat. Sedangkan finalisasi nama cagub-cawagub yang akan diusung partai tetap di tangan SBY. “Nanti finalisasi pada September 2017,” jelasnya.(rdl)