Gubernur BI Puji Kinerja Benny Siswanto

GN/Noer Laela SERAH TERIMA KEPALA BI JATIM: Benny Siswanto (2 dari kiri) bersama Difi Ahmad Johansyah mengepalkan tangannya seusai serah terima jabatan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Timur.

GN/Noer Laela
SERAH TERIMA KEPALA BI JATIM: Benny Siswanto (2 dari kiri) bersama Difi Ahmad Johansyah mengepalkan tangannya seusai serah terima jabatan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Timur.

SURABAYA (global-news.co.id)-Setelah menjabat Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Timur sejak 12 Desember 2014, Benny Siswanto, Rabu (11/1/2017), menyerahkan jabatannya kepada Difi Ahmad Johansyah. Selanjutnya, Benny menempati jabatan baru sebagai Kepala Departemen Regional I yang membawahi kantor perwakilan BI di wilayah Sumatera, sedangkan Difi Ahmad Johansyah sebelumnya Kepala Kantor Perwakilan BI Sumatera Utara dan Aceh.

Serah terima yang berlangsung di Ruang Singosari Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Timur tersebut dihadiri Gubenur BI, Agus DW Martowardojo, Gubernur Jatim Soekarwo serta undangan lainnya. Dalam kesempatan itu Gubernur BI memuji kinerja Benny selama memimpin BI Jatim

“Saya memberikan apresiasi atas banyaknya prestasi yang bagus untuk BI Jatim. Dengan dukungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim yang cukup tinggi, sehingga pertumbuhan ekonomi Jatim lebih tinggi dari nasional dan inflasi juga lebih rendah dari nasional,” kata Agus.

Menurut Agus, salah satu prestasi yang patut dibanggakan, yakni kinerja BI Jatim adalah program yang bertajuk “Gadis Remo Kangen” oleh Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Jatim meraih penghargaan TPID Inovatif Tahun 2016. Penghargaan itu diserahkan dalam gelaran Rakornas TPI/TPID ke-VII yang dipimpin langsung Presiden pada akhir November 2016.

Gadis Remo Kangen singkatan dari Penguatan kelembaGAan – produksi, DIStribusi, konektivitas – REgulasi dan MOnitoring – KAjian dan informasi – peNGENdalian ekspektasi. “Sejak diinisiasi pada tahun 2008, telah terbentuk 1 TPID tingkat provinsi dan 38 TPID tingkat Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Timur yang secara intensif terus melaksanakan berbagai program pengendalian inflasi,” jelas Agus.

Bertolak pada kenyataan inilah, kata Agus, TPID Jatim dapat memiliki framework yang inovatif bagi upaya pengendalian inflasi yang lebih efektif. Hal ini dapat menjadi referensi yang yang baik bagi daerah lain di Indonesia.

Dikatakan, di tahun 2017, kebijakan moneter BI untuk menjaga inflasi sesuai prediksi. Prediksi inflasi di tahun ini akan meningkat di sekitar 3,3 persen. Prediksi itu terkait adanya kebijakan kenaikan harga yang diatur pemerintah. Seperti tarif dasar listrik. “Kenaikan tarif listrik untuk pelanggan 900 VA diketahui naik bertahap di semester I tahun ini, hal ini diprediksi akan meningkatkan inflasi,” katanya.

Karena itu, BI berupaya untuk menekan harga bahan pangan bersama pemerintah yang selalu fluktuatif untuk menyeimbangkan kenaikan tarif listrik tersebut terhadap berbagai intervensi. Salah satunya yang sudah dilakukan adalah dengan membentuk cluster-cluster produk untuk pangan. “Salah satu upaya kami adalah cluster tersebut dan di Jatim cukup berjalan dengan baik, sehingga bisa memberikan hasil yang bagus untuk ikut menekan inflasi,” tandas Agus.

Pujian Gubernur

Sementara itu, Gubenur Jawa Timur, Soekarwo mengungkapkan apresiasinya atas kepemimpinan Benny di BI Kantor Perwakilan Jatim. “Dengan PDRB Jatim sebesar Rp 1.851 triliun, 59,48 persen itu adalah UMKM,” kata gubernur.

Gubernur berharap agar BI bisa memberikan keringanan bunga kredit untuk UMKM yang lebih rendah. Sekitar 5 persen. “Agar bisa lebih berkembang lagi UMKM-nya dan memberikan kontribusi yang lebih banyak pada PDRB Jatim,” lanjut Pakdhe Karwo, sapaan akrabnya. nay