Hibur dengan Spongebob, RSAL Dr Ramelan Ingatkan tentang Hak Anak-anak

GN/Retno Asri Lestari Pihak RSAL memberikan hiburan kepada anak-anak yang ada di rumah sakit dalam rangka peringatan Hari Anak Nasional.

GN/Retno Asri Lestari
Pihak RSAL memberikan hiburan kepada anak-anak yang ada di rumah sakit dalam rangka peringatan Hari Anak Nasional.

SURABAYA (Global News)– Memeriahkan Hari Anak Nasional yang diperingati setiap 23 Juli, RSAL Dr Ramelan Surabaya menggelar beberapa kegiatan yang menghibur anak-anak.  Selain seminar awam tentang kesehatan anak, pihak rumah sakit juga menghadirkan badut dan tokoh karakter ‘SpongeBob SquarePants’ untuk menghibur siswa-siswa TK Hang Tuah dan pasien di Poli Anak serta membagikan boneka.

“Di Hari Anak Nasional ini, kami (RSAL Dr Ramelan Surabaya, red) ingin berbagi dan menyenangkan anak. Lewat kegiatan ini setidaknya kita diingatkan lagi tentang empat hak anak, yaitu hak hidup yang layak, hak tumbuh kembang, hak berpartisipasi, dan mendapatkan perlindungan,” ujar dr Aminuddin Harahap SpA, M.Ir Hanula, Kasubdep Anak RSAL Dr Ramelan Surabaya, Selasa, (26/7/2016).

Lebih lanjut dijelaskan, hak anak itu penting dipenuhi agar nantinya bisa memunculkan generasi emas, berkualitas, sehat, dan berakhlak mulia. “Kenapa kami datangkan badut?  Tujuannya adalah agar anak bisa berpartisipasi dalam acara tersebut. Bisa dilihat sendiri, anak-anak tadi sangat antusias dengan adanya badut. Mereka juga melakukan interaksi baik dengan badut,” katanya.

Pada kesempatan seminar kesehatan anak yang  juga  digelar sebagai rangkaian dari Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 RSAL Dr Ramelan Surabaya, diadakan pula vaksinasi ulang terhadap anak. “Selain itu kami juga melakukan vaksinasi ulang. Takut terjadi vaksin palsu seperti yang terjadi di Jakarta baru-baru ini,” jelas dr Harahap.

Vaksinasi, lanjut dia, merupakan hal penting yang harus dilakukan kepada anak dengan tujuan agar anak tumbuh sehat dan jauh dari penyakin infeksi. “Yang kami inginkan, agar mereka tumbuh kuat.  Ini juga salah satu bentuk perlindungan terhadap anak dari serangan infeksi,” ujarnya.

Lewat kegiatan tersebut diharapkan masyarakat memahami betapa pentingnya memperhatikan tumbuhkan kembang anak, perlindungan anak, serta memberikan kasih sayang yang baik kepada anak. “Juga yang terpenting masalah gizi anak,” ujarnya.

Usai seminar para dokter dan badut berkunjung ke ruangan Poli Anak untuk menghibur dan memberikan hadiah.  “Semoga ini bisa memberikan motivasi besar kepada anak, agar semangat untuk sembuh,” kata Harahap.

Sumarlik, ibu salah seorang siswa TK Hang Tuah, menyebut acara tersebut sebagai salah satu upaya rumah sakit untuk menciptakan generasi yang sehat. “Bisa dilihat dari respon anak-anak tadi yang begitu antusias. Rame sekali, dan semuanya berinteraksi dengan paramedis  dan badut,” ujar ibu Ahmad Iqbal yang juga berharap pihak rumah sakit lebih memperhatikan pasien. roz