Kejar Universal Child Immunization 100 % dengan Program Idaman

GN/Masdawi Dahlan Bupati Pamekasan Achmad Syafii memukul gong tanda diresmikannya program Idaman

GN/Masdawi Dahlan
Bupati Pamekasan Achmad Syafii memukul gong tanda diresmikannya program Idaman, beberapa waktu lalu.

PAMEKASAN (Global News)-Pada tahun anggaran 2016 ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan memiliki program inovatif bernama Imunisasi Dasar Mantap (Idaman).

Launching program Idaman ini dilakukan berbarengan dengan resepsi perayaan Hari Kesahatan Nasional (HKN) ke-50, akhir November 2015 lalu oleh Bupati Pamekasan Drs Achmad Syafii. Dan sejak Januari 2016 lalu program inovatif itu sudah mulai dijalankan secara efektif.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Pamekasan Drs Ismail Bey MSi mengatakan, latar belakang dibuatnya program inovatif ini merupakan bagian indikator dari Millenium Development Goals (MDG) yang di antaranya termasuk program imunisasi. Selain itu juga program ini digelar terkait dengan angka pencapaian Universal Child Immunization (UCI) di Pamekasan yang masih sekitar 75 persen, padahal rata-rata nasional harus 90 persen.

“Idaman ini akan dilakukan pada anak atau balita, dilakukan imunisasi dasar 5 kali dan ditambah 2 kali lagi sebagai imunisasi pelengkap. Dengan telah diimunisasi 7 kali itu lalu kemudian anak atau balita diberi sertifikat, maka dengan demikian itulah yang dinamakan dengan imunisasi dasar mantap (Idaman) yakni imunisasi dasar lengkap dan mantap, “ jelas Ismail.

Harapannya nanti, lanjut Ismail, semua anak atau balita di Pamekasan akan terimunisasi seratus persen. Karena itu dalam program Idaman ini, kata Ismail, pihaknya telah membangun nota kesepahaman atau kerjasama dengan kemenag dan dinas pendidikan. Kerjasama itu berupa pemberian pensyaratan kepada para balita untuk bisa diterima menjadi siswa di RA/TK harus memiliki sertifikat Idaman.

“Ini sebenarnya bukan kewajiban yang kaku, namun setidaknya akan memotivasi bagi orangtua untuk bayinya agar sebelum dimasukkan ke RA atau TK maka anak itu sudah memiliki serti fikat imunisasi dasar mantap atau Idaman itu. Semoga saja dengan upaya yang seperti ini akan membangkitkan semangat dan motivasi dari para orangtua untuk mengimunisasikan anaknya,” harapnya.

Sejak Januari lalu, kata Ismail, program ini sudah mulai berjalan efektif. Dia mengaku sudah banyak menerima laporan yang datang dari lapangan dan kalangan bidan bahwa para orangtua sudah serius untuk mengimunisasikan balitanya dan balita mereka juga telah diberikan sertifikat Idaman. Program ini akan makin semangat, lanjut Ismail, karena mulai Selasa (8/3/2016) juga dilakukan pencanangan program imunisasi serentak di 20 puskesmas se-Kabupaten Pamekasan.

Untuk mengetahui seberapa besar hasil yang dicapai, Ismail mengaku pada akhir Desember tahun 2016 ini nanti akan dilakukan evaluasi menyeluruh. Dia berharap dari hasil evaluasi itu akan terjadi perubahan yang signifikan dan sesuai dengan harapan yang diinginkan. “Minimal tercapai 90 persen sebagai target rata-rata nasional. Syukurlah kalau sampai bisa mencapai 100 persen,” katanya. (mas)