
SURABAYA (Global-News.co.id) – Yayasan Pendidikan Wartawan Jawa Timur (YPW-JT) meminta kepada seluruh jajaran Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi-Almamater Wartawan Surabaya (Stikosa AWS) untuk terus memperkuat Program Studi (Prodi) Bisnis Digital. Mengapa?
Jurusan ini merupakan kekuatan baru di bidang studi. Prospeknya sangat menjanjikan bila dikaitkan dengan kekinian dan peluang kerja.
“Prospek program studi bisnis digital sangat cerah. Hampir semua industri membutuhkan adaptasi digital. Lulusannya memiliki banyak peluang karir seperti digital marketer, manajer e-commerce, analis data bisnis, konsultan bisnis digital, dan pengusaha (technopreneur),” kata Imawan Mashuri, Ketua YPW-JT kepada Global Media Group, Selasa (25/11/2025).

Jurusan itu antara lain Digital Marketer: Merancang strategi promosi, mengelola iklan digital, dan menganalisis performa kampanye. Manajer E-commerce: Mengelola operasional toko online, strategi harga, dan inventaris. Analis Data Bisnis: Menganalisis data untuk membuat wawasan bisnis yang dapat ditindaklanjuti, sering kali menggunakan tools seperti SQL dan Google Analytics. Konsultan Bisnis Digital: Memberikan saran dan solusi untuk bisnis yang menghadapi tantangan digital. Pengusaha (Technopreneur): Mendirikan bisnis startup sendiri di bidang teknologi.
Social Media Specialist/Manager: Mengelola dan mengembangkan akun media sosial untuk membangun brand awareness. Project Manager: Memimpin proyek-proyek digital seperti pengembangan aplikasi atau kampanye pemasaran online. Product Manager: Bertanggung jawab penuh atas pengembangan produk dari perencanaan hingga pemasaran.
Lebih lanjut, mantan Dirut Jawa Pos Group itu mengatakan, para lulusannya juga dapat bekerja di sektor perbankan digital, keuangan, startup, hingga menjadi product manager. Digital Banking Specialist: Mengembangkan dan mengelola layanan perbankan digital yang aman dan nyaman.
CEO Arema Media Group ini mengatakan, di Stikosa-AWS (berdiri sejak tahun 1964 dan merupakan kampus komuniksi tertua di Indonesia Timur) prodi ini diharapkan menjadi trigger pada masa-masa mendatang.
“Kami (Yayasan Bersama Akademika) sepakat untuk terus maju. Terutama bagaimana Prodi Bisnis Digital Stikosa-AWS yang masih baru menjadi perhatian kami,” kata Imawan.
Menggembirakan

Lalu bagaimana perkembangan prodi ini di Stikosa-AWS? Dr. Jokhanan Kristiyono, ST., M.Med.Kom, Ketua Stikosa-AWS mengatakan, di Stikosa-AWS, Prodi Bisnis Digital masih tergolong baru. Baru dua tahun. Peminatnya luar biasa. Jumlah mahasiswanya meningkat di luar perkiraan.
“Prodi ini dibuka pada 2024. Pada 2025 jumlah mahasiswanya meningkat sekitar 60% dibanding tahun sebelumnya. Ini karena kami menghadirkan dosen-dosen yang kapabel di bidangnya. Kami juga tak jarang mendatangkan praktisi hingga pelaku bisnis digital ke kampus. Tak hanya dari dalam negeri, tetapi juga dari luar negeri. Ini semua, tak lain agar mahasiswa tak hanya teks books,” kata Jokhanan.
“Bahkan kami mendatangkan dari Malaysia, Dengan demikian, mahasiswa tak hanya menerima pelajaran-pelajaran, tetapi juga pengalaman dari praktisi.”
Menurut dia, Stikosa-AWS secara rutin menghadirkan praktisi industri, pelaku startup, digital marketer, serta profesional e-commerce sebagai dosen tamu. Tujuannya agar mahasiswa mendapatkan wawasan nyata tentang perkembangan industri, tren terbaru, dan tantangan bisnis digital. Kegiatan ini sangat penting karena mahasiswa dapat belajar langsung dari pengalaman lapangan para pelaku industri.
“Kami juga pernah menghadirkan praktisi dari Gojek yang memberikan materi mengenai ekosistem layanan digital, strategi pengembangan produk berbasis teknologi, serta bagaimana data digunakan untuk memahami perilaku pengguna. Kehadiran praktisi Gojek memberikan perspektif langsung tentang bagaimana perusahaan teknologi besar merancang inovasi dan mengelola operasional pada level nasional,” katanya.
Tidak hanya itu, kemarin kami juga menghadirkan Prof. Sam dari INTI University, Malaysia sebagai narasumber kuliah tamu internasional. Kehadiran beliau memberikan sudut pandang global mengenai perkembangan bisnis digital di tingkat ASEAN, sekaligus membuka peluang kerja sama akademik lintas negara.
“Kolaborasi seperti ini terbukti memperkaya pengalaman belajar mahasiswa serta memperluas wawasan mereka mengenai ekosistem bisnis digital internasional.
Akreditasi Unggul
Lebih Lanjut Jokhanan mengatakan, untuk Prodi Bisnis Digital, belum menjalani asesmen. Pasalnya belum memiliki lulusan pertama. Asesmen akan dilakukan setelah siklus akademik lengkap dan mahasiswa angkatan pertama lulus.
Sementara itu, asesmen yang dilakukan pertengahan November 2025 kemarin adalah untuk Prodi Ilmu Komunikasi. Hasilnya sangat membanggakan, karena berhasil meraih Akreditasi Unggul.
Pencapaian ini menjadi motivasi bagi Prodi Bisnis Digital untuk terus meningkatkan kualitas sejak dini.
“Dalam menghadapi akreditasi ke depan, kami telah mempersiapkan berbagai aspek, seperti penyempurnaan kurikulum berbasis kebutuhan industri, peningkatan aktivitas MBKM, penguatan portofolio mahasiswa, kolaborasi dengan praktisi, serta pembangunan dokumentasi akademik yang lengkap sesuai standar LAMSPAK.
“Kami optimistis bahwa dengan fondasi yang kuat sejak awal, Prodi Bisnis Digital dapat mencapai hasil akreditasi yang sangat baik ketika tiba waktunya,” pungkas Jokhanan. (Erfandi Putra).

