Global-News.co.id
Kesehatan Utama

Riset PKM-RE Universitas Hang Tuah Ungkap Potensi Kulit Siwalan sebagai Bahan Herbal Penurun Tekanan Darah

Tim PKM-RE (switch).

Mahasiswa Universitas Hang Tuah Ubah Limbah Siwalan Jadi Inovasi
Obat Herbal Antihipertens

SURABAYA (Global-News.co.id) – Tim mahasiswa Universitas Hang Tuah (UHT) Surabaya berhasil mengubah limbah kulit buah siwalan menjadi kandidat obat herbal antihipertensi yang berpotensi dikembangkan menjadi produk kesehatan masa depan. Riset ini merupakan hasil dari Program Kreativitas Mahasiswa – Riset Eksakta (PKM-RE) yang didanai oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kemendikbudristek RI.

Pembuatan formulasi SNEDDS oleh Istiara Nafida In’ami.

Penelitian yang dipimpin oleh Istiara Nafida In’ami, bersama anggota tim Leli Arpinda Rini, Rahel Ervina Agustina, dan Nyimas Ayu Majidah, di bawah bimbingan apt. Ersanda Nurma Praditapuspa, M.Farm. Riset ini berangkat dari kepedulian terhadap banyaknya limbah kulit siwalan yang terbuang tanpa dimanfaatkan.

“Kami ingin menunjukkan bahwa limbah lokal sebenarnya bisa bernilai tinggi jika diolah dengan pendekatan ilmiah,” jelas Istiara.

Melalui serangkaian analisis laboratorium dan pendekatan komputasi, tim menemukan bahwa kulit siwalan mengandung senyawa aktif alami yang berpotensi membantu menurunkan tekanan darah. Temuan ini kemudian dikonfirmasi melalui uji hewan, yang menunjukkan efek penurunan tekanan darah yang signifikan dan sebanding dengan obat pembanding.

Persiapan pengujian aktivitas antihipertensi in vivo.

Untuk meningkatkan efektivitas bahan aktifnya, tim mengembangkan sediaan dalam bentuk sistem penghantaran berbasis nano (SNEDDS) agar senyawa aktif lebih mudah larut dan terserap tubuh.

“Teknologi ini membuat ekstrak bekerja lebih efisien, dengan kestabilan yang baik selama penyimpanan,” ujar Nyimas.

Dosen pembimbing, apt. Ersanda Nurma Praditapuspa, M.Farm., menambahkan bahwa penelitian ini sejalan dengan konsep green pharmacy, yaitu pemanfaatan sumber daya alam lokal secara berkelanjutan dan ramah lingkungan.

“Riset ini menunjukkan bahwa inovasi green pharmacy bisa dimulai dari bahan sederhana yang sering kita abaikan,” ujarnya.

Untuk langkah selanjutnya, tim berencana melanjutkan riset melalui uji stabilitas jangka panjang dan pengujian aktivitas biologis lain, baik in vitro maupun in vivo untuk memperkuat bukti ilmiah sebelum dikembangkan menjadi prototipe produk herbal terstandar.

“Dari limbah jadi manfaat, dari alam untuk kesehatan, kami berharap inovasi ini bisa menjadi langkah nyata menuju kemandirian obat herbal Indonesia,” tutup Istiara optimis. (fan)

 

 

baca juga :

Bupati Gresik Siapkan Dana Rp150 Miliar dan Bebaskan Retribusi Pedagang Pasar

Redaksi Global News

Pemprov Jatim Dukung Penerbangan Perintis Surabaya-Jember

Redaksi Global News

Global News edisi 253 (16-22 Juli 2020)

Redaksi Global News