
SAMPANG (Global-News.co.id) – PT Geliat Sampang Mandiri (PT GSM) kembali menorehkan kinerja positif di tahun buku 2025 dengan membukukan laba sebesar Rp2.718.674.827. Capaian ini didukung oleh capaian laba PT SSS Rp 2.671.709.371 dan laba PT SMA dengan laba Rp108.985.573.
Direktur Utama (Dirut) PT GSM, Tamsul, melalui Direktur Operasional, Mukhlis, menyampaikan bahwa dari laba PT GSM, perusahaan membagikan dividen total Rp606.919.800, disetorkan sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar 600.850.600 dan sebesar Rp 6.069.200 sebagai deviden kepada pemegang saham 1% yaitu Perumdam Trunojoyo Sampang.
“Tahun buku 2025 menjadi tahun yang baik bagi PT GSM. Laba yang kami peroleh tidak hanya untuk perusahaan, tapi juga kami kembalikan kepada daerah melalui setoran PAD. Ini bentuk tanggung jawab kami sebagai BUMD,” ujar Mukhlis, Senin (13/07/2026).
Rincian Penggunaan Laba PT GSM Rp 2.718.674.827 Tahun Buku 2025:
1. Dividen ke Pemkab Sampang: Rp600.850.600
2. Dividen ke PDAM: Rp6.069.200
3. Total Dividen yang dibagikan: Rp606.919.800
4. Sisanya Sebesar Rp 2.111.755.027 digunakan sebagai laba ditahan untuk memperkuat permodalan dan untuk biaya pembentukan perusahaan baru (setoran modal awal dan studi lamparan pembentukan perusahaan baru PI North Madura II sumur Hidayah.
Adapun Rincian Penggunaan Laba PT SSS Tahun Buku 2025 Rp 2.671.709.371 yaitu:
1. Dibagikan sebagai deviden ke pemegang saham Rp 2.171.709.371
2. Untuk GSM 99% Rp 2.149.992.277
3. Untuk PKPRI Trunojoyo 1% Rp 21.717.094
4. untuk cadangan Wajib PT SSS: Rp200.000.000
5. untuk Laba Ditahan PT SSS: Rp300.000.000
Mukhlis menegaskan, selain setor PAD, sebagian laba juga dialokasikan untuk penguatan PT SSS melalui tambahan setoran modal Rp 990.000.000 dan alokasi cadangan wajib serta laba ditahan. Langkah ini menjadi strategi penting agar PT SSS bisa menaikkan grade usaha atau skala bisnisnya.
“Alasan kami menyisihkan untuk cadangan dan laba ditahan di PT SSS adalah untuk memperkuat struktur modal perusahaan. Target kami jelas, PT SSS harus naik dari kategori perusahaan kecil menjadi perusahaan menengah. Dengan modal yang kuat, PT SSS bisa lebih agresif dalam menjalankan program, memperluas usaha, dan melayani masyarakat lebih luas lagi,” jelasnya.
Lebih lanjut, Mukhlis mengungkapkan bahwa PT GSM juga tengah menyiapkan rencana pembentukan anak perusahaan baru di tahun mendatang.
“Ke depan, kami ingin melakukan diversifikasi usaha. Rencana pendirian anak perusahaan baru ini tujuannya untuk menambah core bisnis PT GSM, menciptakan lapangan kerja baru, dan meningkatkan kontribusi kami terhadap PAD Sampang,” pungkasnya.
Perlu diketahui, Untuk PT SMA tidak menyetorkan dividen ke PT GSM karena laba bersihnya hanya Rp 108.985.573. Dengan strategi penguatan modal dan ekspansi ini, PT GSM optimis dapat terus tumbuh, memberikan manfaat ekonomi bagi daerah, dan menjadi penggerak utama perekonomian. (Sof)

