
SURABAYA (global-news.co.id) – Program Cek Kesehatan Gratis kini menyasar ke sekolah-sekolah. Pemerintah meluncurkan program CKG Sekolah secara serentak pada Senin (4/8/2025).
Dalam rilis Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur yang diterima Jumat (8/8/2025), disebutkan kick off program CKG Sekolah di Jatim dilaksanakan di SMPN 1 Padangan Kabupaten Bojonegoro dan dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, sementara di Pondok Pesantren Al Amanah Sidoarjo dihadiri Wakil Menteri Agama, Muhammad Syafii.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Prof Dr dr Erwin Astha Triyono SpPD-KPTI, FINASIM, MARS, mengatakan, program CKG Sekolah merupakan implementasi salah satu Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo di bidang kesehatan. Serta merupakan wujud nyata komitmen Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya anak dan remaja yang mengedepankan upaya promotif dan preventif.
“Kami sampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya pada Gubernur Khofifah atas arahan dan dukungannya dalam menyukseskan CKG Sekolah di Jawa Timur. Kami juga mengharapkan dukungan masyarakat untuk mensukseskan karena dengan CKG kita bisa mendeteksi faktor risiko kesehatan, kondisi pra-penyakit, serta kondisi penyakit secara dini sehingga dapat dilakukan penanganan secara tepat dan dapat meningkatkan kualitas hidup,” ujarnya.
Sasaran CKG Sekolah di SMPN 1 Padangan Bojonegoro sebanyak 958 siswa dan yang melakukan tes kebugaran sebanyak 100 siswa. Tenaga kesehatan yang terlibat sebanyak 80 orang yang berasal dari 10 Puskesmas di Bojonegoro.
Sementara sasaran CKG Sekolah di Ponpes Al Amanah Sidoarjo sebanyak 400 santri/santriwati dan yang melakukan tes kebugaran sebanyak 50 santri/santriwati. Tenaga kesehatan yang dikerahkan sebanyak 41 orang, yang berasal dari 4 Puskesmas, 2 klinik, Ikatan Refraksionis Optisien Indonesia (IROPIN), Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), serta Kader Santri Husada.
Berdasarkan dashboard ASIK per tanggal 2 Agustus 2025, capaian CKG Jatim sebesar 3.684.075 orang.
Adapun jumlah sasaran penerima manfaat CKG di Jawa Timur adalah 42.089.271 penduduk. Dari jumlah itu, 7.496.854 di antaranya adalah anak sekolah, yang terdiri anak usia SD (7–12 tahun) sebanyak 3.961.168 anak, anak usia SMP (12–14 tahun) sebanyak 1.770.555 anak, dan anak usia SMA (15–17 tahun) sebanyak 1.765.131 anak.
CKG Sekolah ini dilaksanakan di seluruh satuan pendidikan di Jatim, mulai dari SD, SMP, hingga SMA, termasuk madrasah, pesantren serta sekolah rakyat. “Bagi anak yang tidak mengakses pendidikan formal, layanan CKG dapat diakses di Puskesmas,” kata Erwin.
Jenis CKG Sekolah meliputi pemeriksaan telinga, mata, gigi, kesehatan jiwa, gizi, tekanan darah, hepatitis B dan C, tuberkulosis (TBC), kebugaran jasmani, perilaku merokok, gula darah, talasemia, anemia, serta riwayat imunisasi.
Pelaksanaan PKG Sekolah melibatkan Kepala Puskesmas, bidan, perawat, dokter Gigi, hingga Kepala Sekolah, Guru, Kader Kesehatan, serta Pendamping Siswa dan didukung oleh Tim Pembina UKS/M Provinsi dan Kabupaten/Kota. Ini merupakan kolaborasi dan sinergi antara Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Kanwil Kemenag, dan Biro Kesra.
Salah satu Misi Indonesia Emas 2045 adalah memperkuat pembangunan SDM melalui peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan. Anak usia sekolah saat ini akan menjadi bahan bakar dalam mencapai Indonesia Emas 2045, mereka adalah GEMI (Generasi EMas Indonesia) sehingga intervensi dalam bidang kesehatan menjadikan mereka sebagai manusia unggul harus dilakukan.
Selain itu, sekolah diharapkan membudayakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) untuk semua anak didiknya antara lain dengan melakukan aktivitas fisik, mengkonsumsi jajanan sehat, menjaga kesehatan lingkungan sekolah. (ret)

