
SURABAYA (global-news.co.id) – Menjelang akhir tahun 2022 ini, Pemkot Surabaya terus menggenjot pembangunan secara masif demi mendukung pertumbuhan ekonomi yang terus digalakkan pasca pandemi Covid-19.
Dari pusat kota hingga hampir di seluruh wilayah pinggir kota Surabaya juga tak luput dari pembangunan yang terus dijalankan, hingga target di penghujung tahun 2022.
Sosialisasi dari jejaring medsos dan dalam kurun waktu sebelumnya, Pemkot telah melakukan pengumuman bila pada suatu wilayah tertentu akan dilakukan pekerjaan proyek yang pasti akan mengganggu akses para pengguna jalan. Sehingga ada himbauan agar para pengguna jalan juga diharapkan mencari jalur alternatif dalam berkendara.
Seperti halnya proyek pengerjaan box culvert crossing di tengah jalan raya Wiyung depan Kramat Gang 1. Sehari sebelumnya pada Jumat tanggal 18 November 2022, rata-rata warga Wiyung dan Kramat mendapatkan pengumuman sosialisasi melalui sebuah jejaring medsos via pesan WhatsApp, bahwa akan diadakan pengerjaan proyek di wilayah tersebut.
Keesokan harinya, ternyata memang di tengah jalan raya Wiyung depan Kramat Gang 1 sedang diadakan pengerjaan box culvert crossing. Sehingga menutup salah satu jalur dari jalan raya tersebut dan juga menutup akses sepenuhnya dari jalan di Kramat Gang 1.
Menurut Rio selaku Kepala Rayon, pengerjaan box culvert crossing itu bukanlah proyek. Melainkan pembenahan dari Pemkot Surabaya untuk mengatasi genangan air yang kerapkali sering terjadi di Kramat Gang 1 ketika intensitas air hujan meningkat.
“Ini bukan proyek. Cuma pembenahan saluran yang muaranya dari sini menghubungkan ke saluran sungai dan juga saluran air dari arah Kramat Gang 1,” ucapnya ketika dikonfirmasi saat pembenahan saluran Sabtu (19/11/2022) lalu.
Rio berharap pembenahan saluran air ini segera selesai hingga Senin, jika tidak ada kendala dan tidak ada halangan apa pun. Dikarenakan kondisi dari saluran tersebut juga ada pipa milik PDAM.
“Dalam waktu tiga hari otomatis kami harus mempercepat untuk melakukan pengecoran di tempat saluran, juga melihat umur beton dari box culvert apakah ada yang harus diganti atau tidak,” lanjutnya.

Menanggapi hal itu, Baktiono Ketua Komisi C DPRD Surabaya yang membidangi Pembangunan di Kota Surabaya mengatakan, dengan adanya pengerjaan box culvert crossing atau pembenahan saluran air di tengah jalan raya Wiyung depan Kramat Gang 1 diharapkan tidak mengganggu perputaran ekonomi warga.
“Seharusnya Pemerintah Kota atau pun kontraktor memberikan sosialisasi terlebih dulu sejak jauh-jauh hari pada masyarakat sekitar. Apalagi di wilayah itu padat penduduk dengan pengguna lalu lintas jalan raya yang ramai di setiap harinya,” ucap Baktiono, Senin (21/11/2022).
“Warga Kramat Gang 1 rata-rata juga banyak yang berjualan. Jika ada pemberitahuan atau pun sosialisasi sejak jauh hari, setidaknya warga tahu dan ada persiapan untuk memaklumi. Sehingga diharapkan tidak terlalu mengganggu aktivitas perputaran ekonomi mereka,” imbuh Baktiono.
Baktiono berharap, pengerjaan box culvert crossing atau pembenahan saluran air di tengah jalan raya Wiyung depan Kramat Gang 1 segera selesai. Sehingga tidak semakin menghalang-halangi perputaran roda perekonomian warga yang saat ini menjadi salah satu perhatian utama Walikota Surabaya.
Hampir seluruh warga pemilik usaha kecil di Kramat Gang 1 l mengeluhkan kinerja perbaikan saluran air yang tidak sesuai dengan surat pemberitahuan sebelumnya. Pasalnya jalan Kramat Gang 1 ditutup sepenuhnya, yang biasa menghubungkan antara jalan raya Wiyung dengan Jalan Dian Istana yang tembus ke jalan raya HR Muhammad. (pur)

