
PAMEKASAN (global-news.co.id) –Pemkab Pamekasan segera melakukan koordinasi dengan pabrikan dan kalangan pemilik gudang tembakau di Pamekasan, terkait dengan jumlah kebutuhan tembakau pada musim tanam tahun 2025 ini.
Bupati Pamekasan, Kholilurrahman menjelaskan, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan pertemuan dengan pabrikan tembakau yang melakukan pembelian tembakau di Madura, dan pemilik gudang tembakau di Pamekasan yang sama-sama melakukan pembelian tembakau.
Dalam pertemuan itu, kata dia, akan dibahas tentang kebutuhan pabrikan dan pihak gudang. Setelah diketahui jumlahnya, maka Pemkab Pamekasan akan mengatur bagaimana jumlah kebutuhan itu untuk disampaikan kepada masyarakat dan petani.
“Dulu saya melakukan komunikasi aktif dengan pabrikan dan pihak gudang sehingga tahu berapa kebutuhan mereka. Tahun ini juga akan kami lakukan,” kata Kholilurrahman, usai acara Halal Bihalal bersama dengan Aliansi Jurnalis Pamekasan (AJP), Jumat (11/4/2025).
Penegasan itu disampaikan Bupati Kholil terkait dengan himbauan yang disampaikan oleh Ketua Paguyuban Pelopor Petani dan Pedagang Tembakau Madura P4TM H. Khairul Umam yang meminta petani tembakau di Madura pada musim tanam tahun 2025 ini mengurangi luas lahan tanamnya, alasannya kondisi stok tembakau di gudang sedang full.
Kalangan pengusaha termasuk yang tergabung dalam Paguyuban Pelopor Petani dan Pedagang Tembakau Madura (P4TM), kata Bupati Kholil, juga akan diajak berkolaborasi dengan pemerintah terkait kebutuhan tembakau saat ini. Dengan demikian, ada sinergitas antara pengusaha, petani dan pemerintah.
Sebelumnya Ketua P4TM Pamekasan, Khairul Umam atau akrab disapa Haji Her mengimbau kepada seluruh petani tembakau di Indonesia, khususnya di Madura, akan mengurangi jumlah penanaman tembakau tahun ini. Alasannya karena di gudang dan pabrikan tembakau sedang full stock.
“Saya mengimbau kepada petani tembakau, agar mengurangi jumlah tanamannya tahun ini. Sebab di gudang dan pabrikan tembakau tahun ini sedang full. Diinformasikan kepada petani tembakau bahwa kalau tahun kemarin tanam 1.000, maka tahun ini tanam 500,” kata H Khairul Umam.
Imbauan tersebut disampaikan H Her, panggalan akrap H Khairul Umam, melalui video singkat yang beredar di berbagai media sosial. Pengurangan jumlah tanam tembakau itu perlu dilakukan dengan pertimbangan karena pabrik lagi full stock.
“Agar harga stabil seperti tahun kemarin, maka perlu adanya penyesuaian dengan kebutuhan pabrik. Jadi biar harga tetap stabil, maka jangan banyak-banyak tanam tembakau tahun ini,” imbuhnya. (mas)

