Global-News.co.id
Mataraman Utama

Momentum Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober. Bupati Madiun Tegaskan Bahwa Madiun Adalah Korban PKI Bukan Pemberontak

Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Monumen Kresek Wungu Madiun.

MADIUN (Global-News.co.id) – Pemerintah Kabupaten Madiun telah menggelar upacara dalam rangka memperingati Hari Kesaktian Pancasila di situs bersejarah Monumen Krese di desa Kresek Kecamatan Wungu Kabupaten Madiun pada Kamis tanggal 1 Oktober 2026.

Bupati Madiun Hari Wuryanto usai upacara menjelaskan pentingnya meluruskan fakta sejarah yang ada di Madiun, khususnya peristiwa Gerakan 30 September (G30S) PKI tahun 1948. Bhawa Madiun bukan pemberontak tetapi menjadi korban keganasan PKI saat itu.

Untuk itu kita hadirkan para pelajar, mahasiswa dalam setiap upacara agar mereka betul betul paham bahwa kejadian tiga puluh september empat delapan itu mereka (PKI) yang membunuh tokoh-tokoh, para kiai kita yang ada di Madiun.

“Karena mereka melawan kehadiran mereka para PKI tersebut. Jadi kita itu korban bukan pemberontak.” jelas Bupati Hari Wuryanto

Menurutnya, kita perlu menanamkan pemahaman tersebut kepada msayarakat khususnya para generasi muda. Karena sampai saat ini masih tersiar menset bahwa Madiun adalah PKI.. Dan, in syaa Alloh generasi muda kita siap untuk menjaga Pancasila sebagai salah satu ideologi bangsa kita.

“Jadi, Sekali lagi kami luruskan bahwa masyarakat Madiun adalah korban.Dan,kami berani dengan mereka karena ideologi mereka komunis dan bertentangan dengan Pancasila.” Ujarnya.

Dia menambahkan, Pemkab.Madiun terus berupaya meluruskan stigma negative tersebut. Dengan melakukan kegiatan-kegiatan wawasan kebangsaan yang didalamnya menjelaskan fakta sejarah bahwa Madiun adalah korban. Seperti Muso dan Amir Syarifuddin (tokoh PKI) bukan orang Madiun. Mereka orang luar yang ingin menguasai Madiun karena di Maospati terdapat pangkalan udara.

“ Tapi Alhamdulillah, perjuangan masyarakat luar biasa dan kami bersyukur para kiai, para pemimpin kita tetap teguh dan tidak termakan hasutan pada PKI. Dan, tolong bantu sampaikan kepada masyarakat bahwa Kabupaten Madiun sebagai korban bukan sebagai pemberontak. “ tambahnya.

Menurut Bupati, kedepan Monumen Kresek akan dikembangkan menjadi kawasan pariwisata edukasi. Karena ini merupakan Program Stategi Nasional yang dulu sempat terhenti yakni program Selingkar Wilis. Salah satunya yaitu penemuan Sumur Sudo yang dulu dipakai untuk membuang para jenazah kiai dan akan di kembangkan kalau sudah ada anggarannnya.

“Mudah-mudahan ini menjadi wisata edukasi terkait bahwa mberontak itu ora patut. Dan, wisata ini akan menjadi salah satu sumber penghasilan asli daerah (PAD).” pungkasnya (her)

 

baca juga :

2023, Kedawung Setia Optimis Capai Target Laba Bersih Rp 80 M

gas

Forkas-OJK-Maspion Vaksinasi 2.000 Orang

gas

KPU Trenggalek Tetapkan Ipin-Syah sebagai Paslon Terpilih

Redaksi Global News