Global-News.co.id
Secangkir Kopi

Mengapa Vaksin Meningitis Batalkan Perjalanan Umroh

Beberapa hari terakhir ini, kita dikejutkan dengan langkanya Vaksin Meningitis. Padahal, penyuntikan vaksin tersebut dibutuhkan sebagai salah satu syarat untuk melaksanakan perjalanan ke luar negri. Termasuk ibadah umrah tentunya. Sementara dikhabarkan Saudi Arabia tidak mewajibkan penyuntikan vaksin tersebut. Lalu mengapa terjadi suatu hal yang tidak berkorelasi?

Seperti diketahui, regulasi Kementerian Kesehatan masih mengharuskan jemaah yang akan melakukan perjalanan luar negeri harus mendapat vaksin meningitis terlebih dahulu. Di sisi lain, negara ini terjadi kelangkaan vaksin meningitis. Dampak dari langkanya vaksin ini, yakni sejumlah perjalanan umrah tidak bisa terbang.

Puluhan jemaah umrah di Surabaya gagal berangkat karena masalah sertifikasi vaksin meningitis. Kemenag rapat bersama Kemenkes dan perwakilan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) membahas masalah tersebut.

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief mengatakan animo masyarakat Indonesia untuk ibadah umrah saat ini sangat besar dan terus meningkat. Dalam dua bulan terakhir, lebih dari 200 ribu jemaah Indonesia yang berangkat umrah. Namun demikian, saat ini penyelenggaraan umrah dihadapkan pada kondisi kelangkaan vaksin meningitis. Kelangkaan ini sempat berdampak pada batalnya keberangkatan sejumlah jemaah umrah dari Bandara Juanda, Surabaya, pada 26 September 2022. “Regulasi dari Kemenkes, sampai saat ini masih sama. Para jemaah dan PPIU tetap diminta untuk menaati regulasi yang ada tentang vaksin meningitis,” pesan Hilman Latief dalam keterangan tertulisnya, Rabu (28/9/2022).

Melihat kenyataan ini, pemerintah harus bertindak arif dan bijaksana. Mengapa? Terutama sekali untuk jamaah umrah yang sudah dijadwalkan pemberangkatannya, tetapi batal karena belum divaksin meningitis. Ini salah siapa? Calon jamaah umrah pada dasrnya sudah siap untuk divaksin sebagai ketentuan perjalanan ke luar negeri. Kenyataan tidak bisa, karena tak ada vaksin. Sementara jadwal umrah sudah ditentukian.

Lalu siapa yang salah? Tidak perlu saling menyalahkan. Terpenting harus mencari jalan keluar. Terutama calon jamaah umrah yang sudah terjadwal. Pemerintah harus duduk bersama dengan pengusaha umrah mencari jalan ke luar, sehingga tidak menimbulkan kegagalan jemaah berangkat umrah lagi. Apalagi, dikhabarkan bahwa vaksin meningitis sudah tidak diwajibkan oleh Pemerintah Arab Saudi. Informasinya vaksin meningitis sifatnya anjuran saja.(*)

 

baca juga :

Ayo Pakai Masker !

Cinta Pertama Gadis Madura

gas

Nasabah BRI Kediri Dibobol

Redaksi Global News