
Dalam hal rokok, Mat Tadji memang “diburu” tanpa henti dalam keluarganya. Tak ada ruang bagi dirinya untuk menikmatinya. Khususnya di rumah.
Mat Tadji pun paham hal itu. Karenanya, kalau mau pulang dari kantornya pasti dia sikat gigi dan menyabun mulutnya. Alasannya, biar tak menyembur bau rokok bila berkomunikasi saat di rumah.
Kejadian beberapa waktu lalu, dimana Mat Tadji terkena hardik istrinya saat ketahuan merokok ketika menunggunya di sebuah mal di Surabaya Selatan. Setelah itu, Mat Tadji selalu berfikir soal kapan dia akan berhenti merokok.
Dia sudah pusing dengan “keberisikan nasehat” dalam keluarganya. Lalu Mat Tadji mengingat kembali bagaimana kejadian sebulan sebelum dihardik istrinya itu. Ketika itu, dirinya meski bersembunyi merokok, tetapi masih ketahuan juga oleh putrinya, Nailun.
Waktu itu, karena kepinginnya merokok, Mat Tadji pagi itu menyuci mobil di depan rumahnya. Agar tak ketahuan kalau merokok, Mat Tadji lebih banyak berada di belakang mobil, sambil menyiram bagian belakang mobil supaya tidak kelihatan dari dalam rumah.
Mat Tadji lebih banyak berada di belakang mobil, sambil menyedot Sampoerna Mild-nya. Mungkin sang putri curiga, nyuci kok di belakangnya saja (membelakangi rumahnya). Di saat kenikmatan Mat Tadji dengan sebatang rokoknya berada di puncak, seketika Nailun muncul dengan muka cemberut dan suara keras.
“Ini lagi, Ini lagi. Jadi nyuci mobil hanya modus. Pekerjaan utamanya merokok kan. Bukan nyuci mobil, Kapan berhentinya. Sudah dibilangin rokok itu berbahaya. Tidak hanya berbahaya bagi papi saja, tetapi bahaya bagi orang se rumah. Bukan hanya asap rokok langsung yang berbahaya, tetapi nafas perokok juga berbahaya. Apalagi aku kan punya balita. Apa di rumah ini akan berpenyakitan semua gara-gara papi bandel merokok,” kata Nailun dengan suara nyaring yang dilanjutkan memanggil mamanya.
“Mama…Mama, ini papi merokok di balik mobil yang dicuci,” kata Nailun.
Seketika, Amik, istri Mat Tadji menghampiri putrinya yang berdiri di belakang Mat Tadji yang menyemprotkan air ke mobilnya.
“Iki kapan berhentinya sampeyan merokok mas. Sudah dibilang, rokok itu haram. Kok gak ngerti-ngerti sehhh, Embuh diapakno supaya berhenti papimu iku,” celoteh Amik.
Anak dan ibunya terus ngomel bersautan “menemani” Mat Tadji menyelesaikan pekerjaannya. Tak lama keduanya masuk ke dalam rumah.
Sementara Mat Tadji, hampir menyelesaikan pekerjaannya. “Sompek sengkok. Terros-terrosen rokok deddi parkarah. Tapeh bender keyah tak kaluarga. Binih so anak terro sengkok odik sehat. Tapeh ambu rokok tak gempang. Sengkok koduh ambu arokok. Tapeh bileh? Cek mlaratdeh ambu arokok reyah (Sumpek aku. Terus menerus rokok jadi persoalan. Tapi benar keluargaku. Istri dan anakku ingin aku hidup sehat. Tapi berhenti merokok tak mudah. Sengkok koduh ambui arokok. Tapeh bileh? Susah sekali berhenti merokok itu. Madura, Red).
Setelah selesai mencuci mobil masuk ke dalam rumah. Lagi-lagi ibu dan anaknya melanjutkan “menyemprot” Mat Tadji terkait merokok. Dia pun seolah tak punya ruang untuk tinggal berlama-lama di rumahnya.
“Aku ke kantor, Ada pekerjaan yang harus diselesaikan pagi ini,” kata Mat Tadji kepada istrinya.
“Cepat saja ke kantormu. Daripada ada di sini hanya menyebar racun,” cetus istrinya.
Seketika Mat Tadji mengambil motornya, dan meluncur ke kantornya yang jaraknya sekitar 5 km itu.
Sesampainya di kantornya, Mat Tadji membuka WA dari putrinya. Dibacanya dengan seksama WA tersebut. Isinya?
“Ini barusan aku lihat google soal bahaya rokok,” WA Nailun.
Lalu Nailun melanjutkan WA-nya yang isinya, “Asap rokok dapat menempel di benda-benda sekitar, termasuk baju dan kulit. Lalu, apa bahaya asap rokok yang menempel di baju? Ternyata, asap rokok yang menempel di baju sama bahayanya dengan menghirup asap rokok dan meningkatkan risiko masalah kesehatan yang serius, seperti kanker dan penyakit jantung.
Mengangin-anginkan baju saja tidak cukup untuk menghilangkan asap rokok yang menempel karena Anda perlu mencucinya hingga bersih. Apakah bahaya asap rokok yang menempel di baju? Asap rokok yang menempel di baju dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan yang serius. Beberapa bahaya asap rokok yang menempel di baju, yakni: Merusak DNA sehingga dapat merusak organ dan sel tubuh. Meningkatkan risiko kanker menimbulkan masalah kesehatan kulit, seperti psoriasis dan dermatitis kontak Meningkatkan risiko penyakit jantung.
Meningkatkan risiko aterosklerosis, atau penyempitan pembuluh darah karena penumpukan plak Anak-anak yang menghirup sisa asap rokok yang menempel di pakaian juga dapat mengalami berbagai masalah kesehatan.
Di WA selanjutnya, “Jadi papi setiap hari membawa racun kepada kita melalui bajunya. Aku yakin, papi merokok di kantor, Asap rokoknya menempel di baju dan celana. Dan Ketika papi pulang, di situlah papi menyebar racun ke seisi rumah. Teruskan merokok, biar kita mati bersama-sama.”
Mat Tadji membaca WA putri tercintanya itu benar-benar terhentak. Merasa bersalah menumpuk dalam pikirannya. Meski demikian, Mat Tadji belum bisa berhenti. Hanya saja dia sudah sangat berkurang batang yang disedot.
“Sengkok terro lebbi cepet berhenti merokok, tapeh bila Zaser, Gas merokok di kantor, sengkok tak bisa ngerem. Pokoknya sengkok koduh ambu arokok, Makle sehat,” Mat Tadji sembari masuk ke ruangannya untuk memulai pekerjaannya. (*)

