
SAMPANG (Global-News.co.id) – Ketua Tanfidziyah PCNU Sampang KH Muhammad Itqan Bushiri mengapresiasi pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang berlangsung di Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, 27-31 Agustus 2026.
Menurutnya, muktamar tahun ini berjalan khidmat dan menghasilkan keputusan bersama untuk kemaslahatan umat dan bangsa.
“Alhamdulillah, muktamar berjalan dengan lancar dan sukses. Seluruh peserta bersepakat demi kemaslahatan umat dan bangsa. Ini menghidupkan kembali semangat persatuan dan semangat para pendiri NU,” ujar KH Itqan, Senin (31/8/2026).
KH Itqan menegaskan, muktamar merupakan forum tertinggi NU untuk mengevaluasi capaian dan merumuskan arah gerakan ke depan.
“Muktamar setiap 5 tahun adalah peta besar Nahdlatul Ulama, dalam rangka evaluasi dan rencana masa depan. Melalui agenda besar ini menjadi landasan gerak Nahdlatul Ulama untuk 5 tahun ke depan,” jelasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya aspirasi dari daerah yang dibawa para muktamirin.
“Para muktamirin dari seluruh kabupaten/kota di Indonesia menyampaikan aspirasi mewakili daerah masing-masing untuk dirumuskan menjadi kerangka besar Nahdlatul Ulama. Kerangka itulah yang harus dijalankan oleh pengurus PBNU yang baru,” terangnya.
Terkait pemilihan Ketua Umum PBNU, KH Itqan menyebut prosesnya demokratis dan mengedepankan musyawarah.
“Pemilihan ketum adalah keputusan bersama. Idealisme seorang pemimpin menjadi pertimbangan. Dalam sidang, para muktamirin mendengar dan bermusyawarah untuk menentukan kriteria. Dinamikanya adalah bagaimana Ketum yang terpilih mampu mengakomodir harapan umat dari Sabang sampai Merauke,” katanya.
Amanah kepemimpinan PBNU, kata Beliau, mencakup seluruh lapisan NU hingga akar rumput.
“Kebutuhan, keinginan, dan harapan umat diserahkan kepada Ketum dari pusat sampai ke pelosok desa. Di Nahdlatul Ulama, tingkat kepengurusan desa kita sebut ranting dan anak ranting,” tambahnya.
Dalam muktamar tersebut, forum resmi menetapkan KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU dan KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU periode 2026-2031.
KH Itqan menyatakan dukungan penuh kepada kepengurusan baru. Ia yakin struktur NU yang kuat akan menopang kepemimpinan Gus Kikin.
“Gus Kikin tidak sendiri. Ada perangkat organisasi yang sudah tertata rapi lebih dari 1 abad, mulai PBNU, PWNU, PCNU, MWCNU, hingga Ranting dan Anak Ranting. Hierarki ini adalah simbol kekuatan Nahdlatul Ulama,” ungkapnya.
Ia berharap Gus Kikin dapat melanjutkan program baik kepemimpinan sebelumnya dan menghadirkan pembaruan.
“Kami berharap kepada Ketum yang baru, Gus Kikin, untuk melanjutkan maslahah yang telah digagas Gus Yahya dan berinovasi. Berinovasi berarti membuat hal baru yang lebih baik, karena warga Nahdlatul Ulama telah memberikan kepercayaan penuh kepada Ketua Umum yang baru,” pungkasnya. (Sof)

