Global-News.co.id
Metro Raya Utama

Instruktur Baru Harus Benar-Benar Kuasai Tingkat Dasar

 

Sebelum subuh, tim juri sudah sibuk mempersiapkan pelaksanaan ujian instruktur.

SURABAYA (Global-News.co.id) – Bagi instruktur kelulusan (wisuda) bukanlah garis akhir, tetapi awal dari tanggung jawab yang lebih besar dalam mengabdi di Ling Tien Kung. Mareka merupakan ujung tombak yang harus mampu menyebarkan ilmu Ling Tien Kung dengan benar.

“Bapak-ibu sudah diwisuda sebagai instruktur Ling Tien Kung. Karena itu harus mampu menyebarkan Ling Tien Kung dengan benar. Terutama gerakan tingkat dasar. Tingkat Dasar ini murni sebagai maha karya mendiang Lao Shi (guru) Awiek Widjaja,” kata Brigjen Pol (P) Drs. Edy Prawoto SH.,Mhum, Ketua Umum, Perkumpulan Ling Tien Kung Indonesia saat memberikan sambutan pada acara Wisuda Instruktur Angkatan XXXI Gelombang II, Minggu (26/4/2026), di lapangan Ole-Ole, Surabaya.

Ujian instruktur dipimpin langsung oleh Ie Me.

Dalam acara tersebut seluruh pengurus Ling Tien Kung Indonesia hadir. Pengawas Shane Feldo Fuyi Widjaja, Ketua Umum Edy Prawoto, Wakil Ketua I Ie Me, Wakil Ketua II Erfandi Putra, Wakil Ketua III Sofyan Poli MPB III, S.Sos.,MM, Sekretaris Ir Agustiawan Dinata, dan Bendahara Agnes Zaverianti Lamanepa, SS.

Pada ujian Instruktur Gelombang II ini pendaftar tercatat 236, absen 4 orang, yang ikut ujian 232 orang, lulus 231 orang dan tak lulus 1 orang. Pada Ujian Gelombang I yang berlangsung Sabtu (25/4/2026), pendaftar 214 orang, absen 7, yang ikut 207 orang dan kesemuanya lulus.

Pelaksanaan ujian tulis sesuai ujian teknik gerakan.

Lebih lanjut Edy mengatakan, seorang instruktur sudah sepatutnya mempunyai jiwa pengabdian dengan sepenuh hati. “Mengabdi sepenuh hati itu luas sekali artinya. Terpenting, seorang instruktur harus bisa mengajarkan gerakan demi gerakan dengan benar seperti yang diajarkan Lao Shi,” kata Edy.

Hal senada juga dikatan Ie Me, Wakil Ketua I yang salah satunya membidangi Teknik. “Saya kurang puas dengan peserta ujian gelombang II ini. Terutama penguasaan Teknik Gerakan Tingkat Dasar. Masih lebih baik peserta pada Gelombang I yang nota bene berasal dari luar Jatim. Peserta Gelombang II ini kan sebagian besar dari kota-kota di Jatim,” katanya.

Bertolak pada kenyataan ini, Ie Me meminta kepada Ketua Koordinator Otonom maupun Ketua Sasana agar jangan mengejar kuantitas, tetapi kualitas diabaikan. Kalau calon instruktur belum siap jangan dikirim.

“Ini sudah saya katakan berkali-kali, tetapi kenyataannya hingga kini masih saja ada,” tegasnya.

Dalam sambutannya Ie Me mengingatkan agar para instruktur baru terus belajar dan belajar. Jangan sampai terjadi ada kesalahan gerakan terus menerus. Celakanya kesalahan- kesalahan gerakan itu diajarkan kepada anggota. Sekali lagi bagi instruktur baru jangan pernah berhenti belajar dan baca buku kuning.

Sementara itu, Shane Feldo mengatakan, instruktur baru mempunyai tanggungjawab besar kemajuan-kemajuan yang akan dicapai oleh Ling Tien Kung. “Saya harap instruktur baru ini benar-benar menjaga Ling Tien Kung dan menjaga nama besar Lao Shi Awiek Widjaja,” katanya.

Shane mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia yang terlibat dalam acara ini. “Semoga kita terus meningkatkan kualitas instrukur. Dengan adanya ujian ini, merupakan salah satu seleksi untuk menghasilkan seorang instruktur yang berkualitas,” pungkasnya. (Erfandi Putra)

 

 

baca juga :

Piala Presiden 2022: Pelatih Madura United Matangkan Taktikal

Vaksinasi Keliling Polresta Sidoarjo, Ratusan Orang Vaksin Booster di Masjid Baiturrahman

Piala Asia 2023: Daftar 4 Tim Negara Lolos Perempat Final

Redaksi Global News