
Dilaporkan, sebanyak 11 siswa pembelajaran tatap muka (PTM) SD dan SMP di Kota Surabaya positif COVID-19. Rupanya, 5 siswa sempat menjalani isolasi di Asrama Haji Sukolilo bersama orang tuanya. Mereka yang menjalani isolasi adalah siswa SMP dan ditemani 10 orang tuanya. Ini harus menjadi perhatian kita bersama. Mengapa? Karena, jangan sampai hal ini menjadi cluster baru yang selama ini ditakutkan.
Padahal beberapa pekan ini, kasus covid-19 di9 Surabaya terus melandai. “Waktu itu sekitar 5 siswa (Diisolasi) dan 10 orang tua,” kata Kepala UPT Asrama Haji Embarkasi Surabaya, Sugianto saat dihubungi detikcom, Senin (15/11/2021).
Sebanyak 5 siswa dan 10 wali murid yang isolasi di Asrama Haji itu datang 2 pekan lalu. Setelah beberapa hari kemudian saat dilakukan swab PCR, hasilnya negatif dan bisa pulang. Apapun keadaannya, ini merupakan hal yang harus kita patut cermati sesame. Pelonggran gerak masyarakat yang sudah pelan-pelan dibuka ini jangan sampai menghasilkan hal-hal yang tidak kita inginkan bersama. Apa itu? Bertambahnya anggota masyarakat yang terkena covid-19.
Bertolak pada kenyataan inilah, masyarakat diharapkan tetap waspada terhadap penularan Covid-19 meski sudah divaksinasi. Pasalnya, terdapat sejumlah negara dengan vaksinasi tinggi juga mengalami lonjakan kasus Covid-19. Dari situasi global tersebut mari kita ambil pelajaran bahwa vaksinasi saja belum cukup. Untuk pencegahan kasus harus diimbangi dengan kepatuhan terhadap protokol kesehatan (prokes) yang sudah ditetapkan.
Adapun prokes yang telah ditetapkan yaitu menerapkan aturan 6M, meliputi memakai masker, mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, mengurangi mobilitas, dan menghindari makan bersama. Untuk diketahui, berdasarkan laporan Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) per 26 Oktober 2021, telah terjadi eskalasi tajam pada kasus baru Covid-19 dan angka kematian.
Tercatat, region Eropa berkontribusi hingga 50 persen terhadap total penambahan kasus Covid-19 baru dan 14 persen terhadap angka kematian baru. Beberapa negara di dunia yang telah melaporkan lonjakan kasus tertinggi di antaranya Amerika Serikat (AS), Inggris, Rusia, Turki, dan Ukraina. Kenaikan kasus itu, salah satunya disebabkan oleh pelonggaran pembatasan di berbagai sektor kegiatan. Bersamaan dengan itu, kepatuhan masyarakat terhadap prokes mengalami penurunan. Mari kita jangan kendor terhadap prokes.(*)

