Global-News.co.id
Secangkir Kopi Utama

Harapan Baru pada Kabinet Presiden Baru

 

ERFANDI PUTRA
PEMIMPIN REDAKSI

PRESIDEN terpilih Prabowo Subianto sudah memanggil para calon menteri, calon wakil menteri, dan calon kepala badan. Sebenarnya tradisi memanggil para calon penghuni Kabinet itu ada tujuannya, yakni agar rakyat Indonesia tahu siapa saja para calon pembantu presiden dalam menjalankan pemerintahannya lima tahun ke depan.

Wajah-wajah mereka terpampang satu per satu di media, baik media mainstream maupun media sosial saat berjalan menuju kediaman Prabowo. Komentar pun berseliweran, baik positif maupun negatif, tidak masalah sebab iklim demokrasi memberi kebebasan masyarakat untuk menilai para pemimpinnya dengan cara-cara yang baik. Termasuk membuka track record para calon menteri tersebut bila memang ada datanya. Semua itu bukti kepedulian masyarakat kepada pemimpinnya dalam menjalankan negara ini.

Tentu saja masyarakat juga menyambut dengan harapan yang besar agar perahu negeri ini bisa terus melaju dengan komposisi kabinet yang nantinya akan dipimpin Prabowo-Gibran tersebut. Sektor ekonomi misalnya. Di tengah masih melemahnya perekonomian dunia akibat perang maupun bencana, tapi harapan tetap masih ada.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto malah mengklaim para investor tampak girang melihat susunan kabinet pemerintahan Presiden Terpilih Prabowo Subianto. Hal itu seusai Prabowo memanggil calon menteri ke rumahnya di Jalan Kertanegara Jakarta pada Senin dan Selasa (15/10/2024).

“Show” para calon menteri di kediaman Prabowo ternyata memang disambut positif, terlihat dari menghijaunya Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia yang tengah bertengger di level 7.626,95, atau menguat 0,89% dibanding level penutupan perdagangan Senin sehari sebelumnya. Selain itu, realisasi investasi per kuartal III-2024 juga sudah tembus Rp 1.261,4 triliun atau 76,4% dari target tahun ini Rp 1.600 triliun.

Namun demikian, masyarakat juga berharap agar Prabowo benar-benar menggenjot sektor UMKM. Mendukung tidak hanya ekonomi makro, tapi terus mendorong UMKM secara nyata agar bisa naik kelas dan mendunia. Sektor UMKM terbukti menjadi penopang perekonomian nasional yang tahan banting dari guncangan krisis global.

Tapi selama ini, program-program Pemerintah menyangkut UMKM seakan hanya sebatas program di atas kertas disertai acara-acara seremonial atau formalitasnya saja. Kini saatnya dukungan itu riil. Misalnya bila menyangkut modal dan akses perbankan, tentu harus diberikan kebutuhan tersebut. Dan Pemerintah wajib turun tangan langsung mengawalnya. Bukan hanya formalitas saja. (*)

baca juga :

Saudagar Muslim Harus Berbasic pada Etika

gas

Pengguna WhatsApp Turun, Telegram dan BiP Asal Turki Naik di Indonesia

Redaksi Global News

Empat Remaja Kediri Terseret Ombak Prigi Trenggalek, Satu Hilang

Redaksi Global News