Global-News.co.id
Ekonomi Bisnis Utama

Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kreatif, BI Jatim – Pemkot Surabaya Gelar JCC 2024 dan Festival Peneleh

Plh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur Bandoe Widiarto (nomor dua dari kanan) saat memberikan keterangan ke media dalam acara BBM, Kamis (27/6/2024).

SURABAYA (global-news.co.id) – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jatim bekerjasama dengan Pemkot Surabaya akan menggelar Java Coffe Culture (JCC) 2024 dan Festival Peneleh muali 5-9 Juli 2024. Dari dua kegiatan ini, target transaksi Rp 16 miliar dengan 10 ribu pengunjung.

Plh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur Bandoe Widiarto menjelaskan dalam event ini sebanyak 45 UMKM Kopi dan Cokelat se-Jawa akan berpartisipasi. Serta melibatkan 20 UMKN binaan Pemkot Surabaya dan Kecamatan Genteng.

“Tahun 2024 ini kami mengikutsertakan UMKM Cokelat. Java Coffee Culture merupakan strategic flagship event tahunan utk memperkenalkan value, sejarah, dan filosofi kopi Jawa yang berkontribusi signifikan terhadap pengembangan komoditas kopi nasional. Sedangkan target transaksi kurang lebih sama dengan pelaksanaan tahun lalu,” kata Bandoe pada acara Bincang Bareng Media (BBM) Perwakilan BI Provinsi Jatim, Kamis (27/6/2024).

Ikut hadir Deputi Direktur BI Jatim Iqbal Reza Nugraha, Ekonom Senior Petrus Endria Effendhi dan Analisis BI Jatim Hesti Candra Sari.

Tahun 2024, JCC tahun ke empat pelaksanaan akan dikolaborasikan dengan Festival Peneleh sebagai ajang promosi Kampung Wisata Sejarah di Kawasan Peneleh yang sedang dikembangkan oleh BI Jatim dan Pemkot Surabaya. Peneleh adalah kawasan dengan kekuatan daya tarik budaya dan historis yang kuat yang perlu untuk dikembangkan menjadi kawasan wisata.

Dengan kolaborasi pengembangan kopi dan pariwisata, diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang mendukung program GBBI (Gerakan Bangga Buatan Indonesia) & GBWI (Gerakan Bangga Berwisata di Indonesia).

Dijelaskan Bandoe, event ini digelar untuk memperkuat peran komoditas Kopi Jawa sebagai komoditas unggulan yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif berkelanjutan dengan rantai nilai berbasis go global dan go digital secara end to end.

Diketahui, produksi kopi di Jawa pada tahun 2023 tercatat sebesar 99,2 ribu ton. Secara spasial, produksi kopi tersebar di seluruh wilayah Jawa yang utamanya didominasi dari provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat. Dari sisi ekspor, komoditas unggulan kopi di Jawa didominasi oleh Jawa Timur dan mayoritas di ekspor ke Mesir, Jepang, dan Italia. Ekspor kopi not roasted/biji kopi di Jawa masih cukup tinggi dibandingkan kopi roasted, sehingga masih terdapat ruang untuk hilirisasi komoditas kopi olahan di Jawa. Komoditas kopi roasted di Jawa didominasi oleh Jawa Timur dan komoditas ekstrak kopi di Jawa didominasi oleh Banten. Ekspor olahan kopi mayoritas diekspor ke Filiphina.

Bank Indonesia, kata Bandoe, juga terus memperkuat program pengembangan UMKM antara lain melalui pemanfaatan digitalisasi serta perluasan akses pasar domestik dan ekspor. Termasuk di dalamnya pengembangan UMKM Unggulan untuk mendukung industri kreatif, kegiatan ekspor, dan pemberdayaan perempuan. “Pengembangan UMKM Unggulan difokuskan pada komoditas orientasi ekspor dan pendukung pariwisata seperti kain, kerajinan, kopi, dan makanan minuman olahan,” katanya.

Apalagi UMKM merupakan pilar terpenting dalam perekonomian Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, jumlah UMKM mencapai 64,2 juta dengan kontribusi terhadap PDB sebesar 61,07%. Dalam mendukung fungsi, tugas dan kewenangan di bidang moneter, makroprudensial dan sistem pembayaran, Bank Indonesia berperan dalam mengembangkan UMKM sebagai sumber pertumbuhan ekonomi.

“Bank Indonesia melaksanakan program pengembangan UMKM melalui tiga pilar, yaitu korporatisasi, peningkatan kapasitas, dan perluasan akses pembiayaan,” katanya.
Dijelaskan Bandoe, ada sederet kegiatan yang merupakan rangkaian kegiatan JCC dan Festival Peneleh. Di antaranya Lomba Penerapan Sapta Pesona, Lomba Stori Produk Kopi, Peneleh Heritage Track, Pasar Rakyat & Hiburan Rakyat.

Ada juga Educoffee 2024. Mulai Workshop Produk Turunan Kopi, Talkshow: Coffee Talk, Business Matching & Cupping Experience dan masih banyak lagi.
Deputi Direktur BI Jatim Iqbal Reza Nugraha menambahkan tentang strategi Bank Indonesia dalam mendorong potensi komoditas kopi unggulan. Untuk peningkatan kapasitas dilakukan dengan meningkatkan aspek pemasaran dan kewirausahaan.

Untuk korporatisasi dilakukan fokus ke aspek produksi dengan meningkatkan skala ekonomi melalui pembentukan kelompok UMKM dengan penguatan aspek kelembagaan & legalitas usaha.

Dan terakhir akses permodalan dengan mempertemukan UMKM dengan berbagai alternative sumber permodalan formal sesuai kebutuhan usaha UMKM.
Melalui 3 pilar tersebut, pemberdayaan ekonomi diintegrasikan dengan peningkatan keuangan inklusif dengan target sasaran kelompok masyarakat berpenghasilan rendah, masyarakat lintas kelompok, dan kelompok rentan, serta UMKM lebih berpartisipasi aktif dalam kegiatan ekonomi produktif.

Ditegaskan Izbal, dalam pengembangan komoditas kopi berorientasi ekspor targetnya eksposur sasarannya ada nilai tambah dan penguatan rantai nilai komoditas kopi dan pariwisata (ekonomi kreatif). “Dengan dukungan BI, kami ingin produktivitas UMKM naik dan kualitas produk memenuhi standar internasional,” katanya.

Bank Indonesia juga bersinergi dengan berbagai pihak melalui pendekatan bisnis (business approach) maupuan pendekatan kelembagaan (institutional approach) “Kami aktif berperan dalam pengembangan kopi Jawa (komoditas unggulan nasional) dan pariwisata (new source of growth),” katanya. (tis)

baca juga :

IGA 2022: Pemkab Sidoarjo Raih Penghargaan sebagai Kabupaten Sangat Inovatif

Redaksi Global News

Dibungkam Persib 2-1, Arema Gagal Dekati Pimpinan Klasemen

Redaksi Global News

Gubernur Jatim Mengajak Kepala Daerah Mengawasi Aset Milik Negara

Redaksi Global News