
SAMPANG (Global-News.co.id) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang mulai memperkuat pengelolaan Corporate Social Responsibility (CSR) melalui pembentukan Forum CSR sebagai mekanisme satu pintu penyaluran dan pelaporan bantuan perusahaan.
Langkah tersebut dibahas dalam rapat yang berlangsung di Ruang Pringgitan Pendopo Trunojoyo, Kabupaten Sampang, Selasa (26/05/2026).
Acara tersebut turut dihadiri Bupati Sampang H. Slamet Junaidi, Sekdakab H. Yuliadi Setiyawan, Kepala Bappeda Litbang Ir. Hj. Umi Hanik Laila, M.M., Kepala OPD, Dirut BUMN dan BUMD hingga perusahaan swasta yang beroperasi di Kabupaten Sampang.
Forum CSR nantinya diharapkan mampu meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan sinkronisasi program pembangunan daerah.
Kepala Bappeda Litbang Kabupaten Sampang, Ir. Hj. Umi Hanik Laila, M.M., menyampaikan bahwa penguatan pengelolaan CSR menjadi kebutuhan penting di tengah pengurangan Transfer Ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat.
Menurutnya, pemerintah daerah harus mulai membuka sumber pembiayaan alternatif di luar APBD agar program prioritas pembangunan tetap berjalan optimal.
“Forum CSR ini nantinya menjadi wadah koordinasi dan pelaporan agar seluruh kontribusi perusahaan dapat tercatat dengan baik, transparan, serta tepat sasaran sesuai kebutuhan pembangunan Kabupaten Sampang,” ujarnya.
Ditambahkan Umi Hanik, sapaan akrabnya, menegaskan bahwa selama ini sejumlah perusahaan sebenarnya telah menyalurkan CSR, namun belum seluruhnya terdokumentasi secara maksimal. Karena itu, mekanisme satu pintu dinilai penting untuk memperkuat pertanggungjawaban serta inventarisasi kontribusi perusahaan.
Pemkab Sampang juga menargetkan CSR tahun 2026 fokus mendukung sektor prioritas, meliputi pendidikan, kesehatan, pengentasan kemiskinan, dan pembangunan infrastruktur.
“Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat, diharapkan program CSR mampu memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sampang,” pungkasnya. (Sof)

