Tabur Bunga dan Napak Tilas, PKS Jatim Peringati Hari Pahlawan

Rombongan PKS Jatim Napak Tilas ke tempat-tempat bersejarah di seputar 10 November 1945 di Surabaya, Rabu (11/11/2020).

 

SURABAYA (global-news.co.id) –  DPW PKS Jawa Timur menyelenggarakan Peringatan Hari Pahlawan 2020 dengan berbagai kegiatan. Antara lain Upacara Bendera dan Mengheningkan Cipta, tabur bunga di Taman Makam Pahlawan, serta Napak Tilas ke tempat-tempat bersejarah di seputar 10 November 1945.

Dalam Upacara Bendera, Ketua Umum DPW Irwan Setiawan menyampaikan amanat untuk selalu mengenang dan meneladani para pahlawan, termasuk para ulama.  “Di Jawa Timur, kita mengenal banyak pahlawan nasional. KH Hasyim Asy’ari, KH Wahid Hasyim, KH Wahab Chasbullah, KH As’ad Syamsul Arifin, Bung Karno, Bung Tomo, WR Supratman, HOS Tjokroaminoto, dan banyak lainnya. Semangat dan perjuangan mereka harus kita lanjutkan. Menjadikan Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur,” ujar Irwan, Selasa (10/11/2020).

Saat Tabur Bunga di Taman Makam Pahlawan 10 November di kawasan Mayjen Sungkono, Irwan berterima kasih kepada Rachmad, putera seorang pahlawan yang dimakamkan, yang turut serta dalam tabur bunga.

“Sampaikan kepada keluarga, terima kasih kami yang tak terhingga atas pengorbanan almarhum mengangkat senjata dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan,” ujar Anggota DPRD Jatim 2009-2019 ini seraya mengajak hadirin mendoakan almarhum.

“Di TMP 10 November ini banyak nisan yang bertuliskan Pahlawan Tak Dikenal. Mari kita doakan bersama. Mereka gugur agar kita semua bisa mengirup udara kemerdekaan. Meskipun tak dikenal di bumi, Insya Allah mereka syahid dan dikenal oleh penghuni langit,” kata Irwan kepada para pengurus DPW PKS yang turut serta.

Rombongan selanjutnya melakukan napak tilas ke beberapa tempat yang berkaitan dengan peristiwa heroik 10 November. Antara lain Jembatan Merah, Tugu Pahlawan dan Museum 10 November, tempat perobekan bendera di Hotel Majapahit (dulu Hotel Yamato/Oranje) dan Jalan Mastrip.

“Tempat-tempat ini mesti dilindungi dan dikembangkan menjadi wisata sejarah. Agar generasi mendatang bangga dan ingat akan perjuangan para pahlawan bangsa. Misalnya di Museum 10 November masih ada rangkaian peristiwa yang belum masuk diorama, yakni Resolusi Jihad Hadratus Syekh KH Hasyim Asy’ari. Di Jalan Mastrip belum ada monumen yang menjelaskan bahwa jalan ini bersejarah. Di Hotel Majapahit belum tersedia ruang yang memadai untuk mengenang peristiwa heroik perobekan bendera tiga warna. Prasastinya terlalu kecil dan tinggi. Sedangkan area perobekan bendera juga tidak bisa diakses oleh masyarakat. Saya pikir ini mesti kita perbaiki ke depan,” terang Irwan.

Pada kesempatan Hari Pahlawan, PKS Jatim juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada para pahlawan di masa pandemi Covid-19. “Ada begitu banyak pahlawan dalam masa-masa sempit ini. Para tenaga medis di garis depan, para relawan kemanusiaan, para Satgas Covid-19  hingga kampung-kampung, para sopir angkutan logistik, driver online, para guru, dan masih banyak lagi. Kita doakan bagi yang gugur, dan kita jadikan inspirasi apa yang mereka lakukan. Serta mari menjadi pahlawan di masa pandemi ini mulai dengan diri kita sendiri menerapkan protokol kesehatan. Menjaga jarak, memakai masker, mencuci tangan dengan sabun,” pungkas Irwan. cty