Sejumlah Pemimpin Dunia Ucapkan Selamat pada Biden-Kamala

Reuters
Joe Biden dan Kamala Harris meraih suara lebih banyak dibanding pesaingnya dari Partai Republik dalam Pilpres AS. 

WASHINGTON (global-news.co.id) – Setelah tiga hari menanti, dunia akhirnya menyaksikan siapa yang unggul dalam Pemilihan Presiden AS. Pasangan dari kubu Demokrat, Joe Biden dan Kamala Harris meraih suara lebih banyak dibanding pesaingnya dari Partai Republik.
Meski capres petahana Donald Trump tak mau mengakui keunggulan Biden dan akan melakukan gugatan hukum pekan depan, namun pemimpin-pemimpin dunia tetap memberikan selamat pada Biden-Kamala, Minggu (8/11/2020) pagi.
Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mengatakan atas nama Pemerintah Kanada, dia mengucapkan selamat kepada Joe Biden dan Kamala Harris atas terpilihnya mereka sebagai Presiden dan Wakil Presiden Amerika Serikat berikutnya. Kanada dan Amerika Serikat menikmati hubungan yang luar biasa – yang unik di panggung dunia.
“Saya berharap dapat bekerjasama dengan Presiden terpilih Biden, Wakil Presiden terpilih Harris, pemerintahan mereka, dan Kongres Amerika Serikat saat kita menangani tantangan terbesar dunia bersama-sama.
Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan pihaknya menantikan kerjasama di masa depan dengan Presiden Biden. “Persahabatan trans-Atlantik kita tidak tergantikan jika kita ingin menguasai tantangan besar di zaman kita,” katanya.
Menteri Asing Jerman Heiko Maas mengatakan pihaknya berharap dapat bekerjasama dengan pemerintahan AS berikutnya. “Kami ingin berinvestasi dalam kerjasama kami, untuk memulai kembali transatlantik dan Kesepakatan Baru,” katanya.
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengucapkan selamat kepada Joe Biden atas pemilihannya sebagai Presiden Amerika Serikat. Ia juga menegaskan AS adalah sekutu terpenting Inggris. “Saya berharap dapat bekerjasama secara erat dalam prioritas bersama kita, dari perubahan iklim hingga perdagangan dan keamanan,” katanya. Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan Amerika telah memilih Presiden mereka. “Selamat Joe Biden dan Kamala Harris. Banyak yang harus kita lakukan untuk mengatasi tantangan hari ini. Mari bekerja bersama,” katanya.
Perdana Menteri India Narendra Modi juga mengucapkan selamat kepada Joe Biden atas kemenangan spektakuler dalam Pilpres AS. “Saya berharap dapat bekerjasama untuk membawa hubungan India-AS ke tingkat yang lebih tinggi,” katanya.
Menteri Utama Pakistan Imran Khan mengucapkan selamat kepada Joe Biden dan Kamala Haria. “Nantikan KTT Global tentang Demokrasi dari Presiden Terpilih Biden & bekerja dengannya untuk mengakhiri surga pajak ilegal & penyamaran kekayaan bangsa oleh LDR korup. Kami juga akan terus bekerja dengan AS untuk perdamaian di Afghanistan & di kawasan ini,” katanya.
Presiden Komisi Uni Eropa Ursula Von Der Leyen dengan hangat mengucapkan selamat kepada Joe Biden atas kemenangannya dalam pemilihan presiden AS dan berharap untuk bertemu dengannya pada kesempatan sedini mungkin.
“Uni Eropa dan Amerika Serikat adalah teman dan sekutu, warga kami berbagi hubungan terdalam. Saat dunia terus berubah dan tantangan serta peluang baru muncul, kemitraan baru kami akan menjadi sangat penting,” katanya.
Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg dengan hangat menyambut terpilihnya Joe Biden sebagai Presiden Amerika Serikat berikutnya. “Saya tahu Biden sebagai pendukung kuat NATO dan hubungan transatlantik. Kepemimpinan sama pentingnya seperti sebelumnya di dunia yang tidak dapat diprediksi, dan saya berharap dapat bekerja sangat erat dengan Presiden terpilih Biden, Wakil Presiden terpilih Kamala Harris dan pemerintahan baru untuk semakin memperkuat ikatan antara Amerika Utara dan Eropa,” katanya.

Biden Raih 290 Suara Elektoral

Penghitungan suara pilpres Amerika Serikat belum selesai meskipun Joe Biden sudah dipastikan sebagai pemenang karena mengumpulkan lebih dari 270 suara elektoral.
Hasil penghitungan terakhir, Sabtu (7/11/2020) waktu setempat atau Minggu (8/11/2020) pagi, Biden mendapatkan 290 suara elektoral sedangkan Trump 214.
Joe Biden unggul di 24 negara bagian atau wilayah, sedangkan Trump di 22 negara bagian. Ada tiga negara bagian yang belum merampungkan penghitungan suara yakni Carolina Utara, Georgia, dan Alaska.
Berdasarkan proyeksi Fox News, di Georgia Biden unggul sangat tipis yakni 49,5 persen, melawan Trump 49,3 persen. Negara bagian itu memiliki 16 suara elektoral. yan, rtr, ins