Jembatan Glendeng Ditutup, Jalur Dialihkan

Jalur alternatif jembatan ditutup.

TUBAN (global-news.co.id) – Jembatan Glendeng yang menghubungkan Kabupaten Tuban- Bojonegoro, ditutup sementara, lantaran mengalami kerusakan. Kerusakan terjadi pada bangunan tembok penahan tanah (TPT) di sisi utara Jembatan Glendeng, tepatnya di Desa Simo, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban.

Bangunan TPT jembatan yang melintasi Sungai Bengawan Solo ini ambrol akibat tergerus air pasca diguyur hujan lebat beberapa hari terakhir. Ambrolnya bangunan TPT Jembatan dikhawatirkan akan merusak konstruksi utama Jembatan Glendeng, sehingga pihak otoritas berwenang dari Kabupaten Tuban dan Bojonegoro terpaksa menutupnya.

Sebelumnya jembatan glendeng merupakan jalur alternatif dan kerap dilintasi kendaraan bertonasi berat, sejak terjadi pengalihan arus lalu lintas sejak jembatan Tuban-Babat dibangun.

Plt Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tuban, Gunadi mengatakan, hasil rapat bersama Forum LLAJ Kabapaten Bojonegoro dan Tuban, Dinas PU Bina Marga Propinsi Jawa Timur diputuskan akses jembatan ditutup. Jembatan Glendeng ditutup total selama seminggu ke depan, mulai 3 November 2020 kemarin pukul 18.00 WIB untuk semua jenis kendaraan baik roda dua maupun roda empat.

“Untuk arus lalu lintas sementara dialihkan arah Ponco, Kecamatan Parengan menuju Jembatan Kaliketek, Bojonegoro,” kata Gunadi, Rabu (4/11/2020).

Menurutnya, selama masa penutupan berlangsung, tim gabungan dari Dinas PU Bina Marga Propinsi Jawa Timur, Dinas PU Kabupaten Bojonegoro dan Tuban akan malakukan penelitian dan kajian kerusakan jembatan. “Hasilnya akan diketahui kekuatan kelayakan jembatan dapat dilalui kendaraan atau tidak,” terang dia.

Terpisah, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Tuban, Agung Supriyadi menyatakan, melihat kondisi tiang peyangga jembatan di sisi utara memang terjadi kemiringan akibat abrasi sungai di sekitar lokasi.  Selain itu, posisi di bawah Jembatan Glendeng sedang dilakukan perbaikan namun terkendala tingginya debet air Bengawan Solo.

“Ada perbaikan tapi masih terkendala tinggi debet air, tapi terus kami kerjakan, yang jelas untuk sementara ditutup,” ujar dia.

Di tempat terpisah, Kadishub Bojonegoro Andik Sudjarwo mengaku akan berkoordinasi dengan satlantas untuk melakukan pengalihan arus lalu lintas. Sebab, jika tetap difungsikan kondisi jembatan akan rusak lebih parah.

“Di antara langkah yang akan kita ambil membuat papan imbauan bagi pengguna jalan roda empat. Setelah itu pengalihan arus kendaraan truk yang bermuatan dari arah Bojonegoro menuju Tuban agar melewati Jembatan Kaliketek,” kata kadishub.

Sementara kendaraan yang kerap antre di atas Jembatan Glendeng, jelas dia, akan digeser ke selatan jembatan. Hal ini dilakukan agar tidak menambah beban jembatan. “Biar tidak di atas jembatan nunggu antreannya. Biar beban jembatan tidak terlalu berat,” tambahnya.

Sementara, Kasatlantas Polres Tuban, AKP Argo Budi Sarwono menyampaikan, saat ini pihaknya telah menerjunkan personel untuk mengatur arus lalu lintas kendaraan di sekitar lokasi demi keselamatan pengguna jalan.  “Sebelumnya kami sudah koordinasi, semua kendaraan yang akan menuju Bojonegoro kami alihkan melalui jalur lain,” kata dia.

Penutupan selama sepekan ini lantaran ada penelitian terkait kondisi Jembatan Glendeng, yang mengalami abrasi di tembok penahan jembatan sisi utara. Semua kendaraan akan dialihkan melalui Jembatan Kaliketek Desa Banjarsari Bojonegoro via Jalan raya Ponco-Soko Tuban.

“Jika kita tunggu hasil penelitian dari tim PU Jatim nanti. Karena secara teknis yang tahu dan berwenang untuk menyatakan layak atau tidak dilalui nanti, adalah pihak Instansi PU Bina Marga ya,” tambahnya. hud, det, kcm