Pandemi Covid-19 di India Mengganas, Pasokan Oksigen ke Rumah Sakit Langka

Times of India
Total kematian akibat Covid-19 di India sejauh ini mencapai 77.472 jiwa, menempatkan negeri anak benua itu di posisi ketiga setelah AS dan Brasil.

NEW DELHI (global-news.co.id) – Pasokan oksigen semakin langka di beberapa wilayah India yang terpukul parah oleh wabah virus corona (Covid-19). Kondisi itu diungkapkan para pejabat rumah sakit dan pemerintah setempat di saat India melaporkan rekor lonjakan infeksi harian untuk hari kedua berturut-turut, yakni sebanyak 97.570 kasus baru pada Sabtu (12/9/2020) kemarin.
Dengan total kejadian infeksi Covid-19 melebihi 4,65 juta kasus, India menjadi negara yang terkena dampak terparah kedua di dunia setelah Amerika Serikat—yang memiliki lebih dari 6,4 juta kasus.
Total kematian akibat Covid-19 di India sejauh ini mencapai 77.472 jiwa, menempatkan negeri anak benua itu di posisi ketiga setelah AS dan Brasil. Akan tetapi, pertumbuhan infeksi virus corona di India lebih cepat daripada negara-negara mana lain mana pun di dunia. Kasus-kasus Covid-19 melonjak menembus daerah-daerah perkotaan dan pedesaan di negara itu.
Negara Bagian Barat Maharashtra, India, adalah yang paling terpukul oleh wabah asal China itu, dengan total kejadian infeksi yang dikonfirmasi melampaui angka 1 juta kasus pada Jumat (11/9/2020) malam. Ini menjadikannya negara bagian atau provinsi pertama di belahan mana pun di dunia yang melewati jumlah tersebut.
Jumlah kasus infeksi yang dicatat negara bagian terkaya di India itu diperkirakan bakal menyalip Rusia—yang saat ini menjadi negara dengan jumlah kasus infeksi virus corona terbanyak keempat di dunia. Per hari ini, Rusia mengonfirmasi total 1.057.362 kasus Covid-19.
Para pejabat dan ahli dari pemerintah setempat mengatakan, peningkatan kasus yang tak henti-hentinya di Maharashtra dan bagian lain di India kemungkinan besar terjadi oleh berbagai sebab. Di antaranya adalah kegiatan ekonomi yang mulai kembali; kerumunan yang terbentuk akibat berbagai festival lokal dan kelelahan yang timbul akibat lockdown atau karantina wilayah.
“Saya sangat kecewa dengan situasi pandemi di India. Ini semakin memburuk setiap minggu. Tetapi sebagian besar dari bangsa (India) tampaknya telah membuat pilihan untuk mengabaikan krisis ini,” ungkap profesor biostatistik dan epidemiologi di Universitas Michigan, Bhramar Mukherjee, lewat akun Twitter-nya seperti dikutip Reuters, Minggu (13/9/2020).
Di beberapa bagian negara bagian, oksigen untuk keperluan medis menjadi sulit ditemukan. Direktur Medis Rumah Sakit Niramaya di Panvel, Dr Amit Thadhani mengatakan, daerahnya mengalami kekurangan oksigen yang akut. Padahal, Panvel berada tak jauh dari Mumbai, pusat keuangan India.
“Yang jadi persoalan, stasiun-stasiun pengisian oksigen itu tidak mendapatkan pasokan dari produsen. Jika sekarang kami meminta 50 tabung (oksigen), yang bisa kami dapatkan mungkin sekitar 5 hingga 7 tabung saja,” tuturnya.
Seorang pejabat Kota Navi Mumbai mengaku telah menerima laporan dari beberapa rumah sakit tentang berkurangnya pasokan oksigen. Pemerintah kota setempat telah mengajukan permintaan kepada otoritas terkait di negara bagian itu. “Permintaan meningkat dalam beberapa hari terakhir karena meningkatnya kasus (Covid-19),” ucap pejabat itu secara anonim.
Sementara, Komisaris Navi Mumbai, Abhijit Bangar, tidak bisa dihubungi untuk dimintai komentar oleh Reuters. zia, rtr, ine