Kekeringan dan Puting Beliung Ancam Tuban

Petugas melakukan dropping air bersih kepada warga.

TUBAN (global-news.co.id) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tuban, tampaknya bakal bekerja ekstra keras. Pasalnya, Tuban mulai dihantui cuaca ektrim. Di sisi lain cuaca panas matahari sangat menyengat, di sisi lain hujan disertai angin kencang juga mulai terjadi di Tuban.

Untuk menanggulangi bencana kekeringan, BPBD dalam beberapa pekan terakhir terus sibuk melakukan dropping air bersih di sejumlah daerah. Petugas penanggulangan bencana ini juga dihadapkan ancaman puting beliung.

Di Dusun Timang, Desa/Kecamatan Grabagan, Kabupaten Tuban, tim dari BPBD setempat telah menyalurkan bantuan air bersih kepada warga. Hal ini akibat dari musim kemarau yang sudah dirasakan warga dalam empat bulan terakhir. Sumur-sumur yang berada disekitar pemukiman juga sudah kering kerontang.

Supiah (55), warga setempat mengaku, jika dalam memenuhi kebutuhan air bersih. Ia harus menyisihkan uang yang didapat dari hasil buruh tani untuk membeli air. Apabila tidak memiliki cukup uang, dirinya terpaksa mengambil air di sumur tua yang berada di depan kantor Kecamatan Grabagan.

“Kalau beli harganya Rp 2.000. Tapi kalau tidak punya uang ya terpaksa mengambil air sumur sumber pancing yang berada di depan Kecamatan,” ujar Supiah, Rabu (23/9/2020).

Sumur sumber pancing sendiri juga tidak dapat dipastikan selalu terdapat airnya. Sebab, jika banyak warga yang mengambil, sumber air itu juga akan habis, dan harus menunggu beberapa saat hingga air terisi kembali. “Terima kasih Pak BPBD, kami sangat senang sudah diberi air gratis. Karena sekarang memang sulit air bersih,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Tuban Yudi Irwanto mengatakan, sebanyak 55 Desa dari 11 Kecamatan se-Kabupaten Tuban telah membuat usulan pendistribusian air bersih. Setelah dilakukan assesment, ditemukan 12 Desa di 5 Kecamatan yang mengalami krisis air, sehingga dilakukan droping. “Hari ini kita melakukan pendistribusian air di Desa Grabagan. Ada 3 Dusun lain yang hari ini juga kita droping air bersih,” ungkap Yudi.

Adapun anggaran yang telah disiapkan dalam menanggulangi bencana kekeringan di Tuban mencapai Rp. 175 juta. Apabila dana tersebut dirasa belum cukup, Pemkab Tuban telah mengintruksikan agar mengambil dana Bantuan Tidak Terduga (BTT). “Saat ini kami masih menggunakan anggaran rutin. Tapi jika masih kurang, Pak Bupati sudah memberi kelonggaran untuk mengambil dana BTT,” terangnya.

Yudi juga mengabarkan, hujan deras disertai angin kencang terjadi di Kecamatan Montong, Tuban, Selasa (22/9/2020) sore. Akibatnya belasan rumah di Dusun Krajan, Desa Nguluhan, Kecamatan Montong rusak akibat diterjang puting beliung.

Yudi mengatakan, dari pendataan yang dilakukan timnya ada 19 rumah yang mengalami kerusakan akibat puting beliung. Belasan rumah itu mengalami rusak ringan hingga berat. “Ada 19 rumah yang rusak akibat puting beliung di Kecamatan Montong,” ujarnya.

Dia menjelaskan, dari jumlah 19 rumah yang mengalami kerusakan, rinciannya 15 rumah rusak sedang atapnya terhempas. Sedangkan 4 rumah lainnya rusak berat, karena dinding jebol dan atap juga turut terhempas.

Meski demikian tidak ada korban jiwa dalam peristiwa angin puting beliung tersebut. Petugas mentaksir untuk kerugian atas dampak yang ditimbulkan mencapai Rp 9,5 juta. “Hanya kerusakan rumah, tidak ada korban jiwa,” pungkasnya.  sua, tim