Dihantam Covid-19, AirAsia Akan Kembali PHK Ratusan Karyawan

AirAsia akan kembali melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) kepada ratusan karyawan. Langkah itu diambil untuk penghematan dalam menghadapi krisis akibat Covid-19.

KUALA LUMPUR (global-news.co.id)  – Maskapai berbiaya rendah, AirAsia Bhd akan kembali melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) kepada ratusan karyawan. Langkah itu diambil untuk penghematan dalam menghadapi krisis akibat Covid-19.

CEO AirAsia, Riad Asmat mengatakan belum ada rincian jumlah karyawan yang akan dikurangi. Dia memastikan kebijakan segera diumumkan dalam beberapa hari ke depan.

Dia juga menyebut tidak akan ada pemotongan gaji bagi karyawan yang masih bertahan. Sejak awal Juni, AirAsia telah memangkas 250 karyawan akibat pandemi Covid-19.

“Kami menghadapi masa yang sangat sulit. Kami melakukan yang terbaik untuk mempertahankan sebanyak mungkin dari Anda. Kami sangat berhati-hati dalam membuat keputusan hari ini. Sayangnya, kami harus memutuskan untuk melepaskan beberapa dari Anda,” ujar Riad lewat memo kepada karyawan, dilansir Bernama, Selasa (29/9/2020).

Dalam kebijakan tersebut, tim manajemen AirAsia akan memberikan bantuan bagi karyawan yang terkena dampak PHK seperti tunjangan kesehatan, voucher penerbangan hingga akhir tahun dan bimbingan konseling pekerjaan.

AirAsia juga membuka peluang untuk mempekerjakan kembali karyawan ketika AirAsia pulih dari dampak Covid-19. Maskapai menargetkan upaya perampingan akan selesai pada akhir bulan ini.

Riad mengatakan, maskapai telah menghubungi pemerintah Malaysia tetapi belum mendapatkan respons. Dengan begitu, dia hanya berharap AirAsia bisa melewati krisis tanpa bantuan pemerintah.

Sementara itu, unit maskapai khusus penerbangan jarak jauh AirAsia X mengumumkan maskapai akan melakukan penghematan. Ratusan karyawan dari posisi insinyur hingga awak kabin akan dipangkas dalam waktu dekat. Sebagian karyawan juga sudah ditawari cuti tanpa upah selama enam bulan atau sampai situasi membaik. “Saya tidak tahu kapan kita akan terbang kembali. Kami pikir yang terbaik adalah berhemat dan kami berharap kami memberikan kepastian kepada masyarakat,” kata CEO AirAsia X, Benyamin Ismail.

Maskapai Berdarah-darah

Industri maskapai penerbangan global menjadi korban ‘keganasan’ pandemi virus corona (Covid-19). Singapore Airlines (SIA) Group sebelumnya memangkas sekitar 4.300 pekerja dari tiga maskapai penerbangan yang menjadi anak usahanya sebagai upaya efisiensi dampak Covid-19. Tiga maskapai yang berada di bawah Grup ini yakni Singapore Airlines, SilkAir, dan Scoot.

Jumlah karyawan yang kena dampak Covid-19 dapat dikurangi hingga menjadi sekitar 2.400 orang. Dalam hal ini dikurangi dengan aturan seperti pembekuan perekrutan yang diterapkan, skema pensiun dini untuk staf darat dan pilot, serta skema pembebasan sukarela untuk awak kabin. “Secara kolektif, langkah-langkah ini memungkinkan Grup untuk menghilangkan sekitar 1.900 posisi,” kata manajemen SIA, Kamis (10/9/2020), dikutip dari Channel News Asia (CNA).

Pihak manajemen SIA menambahkan jika potensi PHK seluruh grup di Singapura dan di seluruh cabang di luar negeri SIA dapat dikurangi sekitar 2.400 orang.

Maskapai Amerika Serikat (AS), Delta Airlines dan American Airlines juga telah melakuan PHK. American Airlines memangkas 30% dari staf manajemen dan pendukungnya, karena peralihan ke maskapai yang lebih kecil.

Sedangkan Delta Airlines mengumumkan akan memangkas pegawainya melalui penawaran program keluar sukarela, termasuk paket pensiun untuk karyawan yang telah bekerja di Delta selama lebih dari 25 tahun. Penawaran ini berlaku untuk sebagian besar dari total 90.000 karyawannya. tri, bnm, ine, ins