Ternyata BI Telah Suntik Rp 651 Triliun ke Perbankan

Bank Indonesia telah menambah dana sekitar Rp 651,54 triliun untuk menjaga likuiditas kalangan perbankan.

JAKARTA (global-news.co.id) –
Likuiditas (quantitative easing)  perbankan Tanah Air terus digenjot. Bahkan Bank Indonesia telah menambah dana sekitar Rp 651,54 triliun untuk menjaga likuiditas perbankan, terdiri dari penurunan Giro Wajib Minimum (GWM) sekitar Rp 155 triliun dan ekspansi moneter sekitar Rp 480,7 triliun.
“Kondisi likuiditas lebih dari cukup dan transmisi penurunan suku bunga berlanjut ditopang strategi operasi moneter Bank Indonesia,” ujar Gubernur BI Perry Warjiyo di Jakarta, Rabu (19/8/2020).
Dia melanjutkan longgarnya kondisi likuiditas mendorong tingginya rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) yakni 26,24% pada Juni 2020 dan rendahnya suku bunga PUAB, sekitar 3,64% pada Juli 2020.
“Longgarnya likuiditas serta penurunan suku bunga kebijakan (BI7DRR) berkontribusi menurunkan suku bunga perbankan dan imbal hasil SBN,” katanya.
Dia menambahkan rerata tertimbang suku bunga deposito dan kredit modal kerja pada Juli 2020 menurun dari 5,74% dan 9,48% pada Juni 2020 menjadi 5,63% dan 9,47%.
Sementara itu, imbal hasil SBN 10 tahun turun 38 bps pada Juli 2020 dari level Juni 2020 sehingga tercatat 6,83%.
Di tengah suku bunga yang menurun, pertumbuhan besaran moneter M1 dan M2 pada Juni 2020 melambat menjadi 8,2% (yoy) dan 8,2% (yoy) dipengaruhi ekonomi yang belum kuat.
“Ekspansi moneter Bank Indonesia yang sementara ini masih tertahan di perbankan diharapkan dapat lebih efektif mendorong pemulihan ekonomi nasional sejalan percepatan realisasi anggaran dan program restrukturisasi kredit perbankan,” katanya. ejo, wah, sin